Pengertian

Dermatop merupakan sediaan krim yang mengandung prednikarbat. Prednicarbate adalah golongan kortikosteroid yang memiliki sifat antiinflamasi (anti peradangan), antipruritik (menghilangkan gatal). Dermatop digunakan untuk membantu dalam pengobatan peradangan kulit. Dermatop bekerja dengan menekan berbagai komponen reaksi pada saat digunakan saja, kortikosteroid sama sekali tidak menyembuhkan, dan bila pengobatan dihentikan kondisi semula mungkin muncul kembali. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
  • Kandungan: Prednicarbate 2.5 mg.
  • Bentuk: Krim.
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube @ 15 gram.
  • Farmasi: PT Sanofi Aventis Indonesia.

Kegunaan

Dermatop digunakan untuk membantu mengobati penyakit kulit, seperti: penyakit eksim, dermatitis (peradangan pada kulit), gigitan serangga dan eksim skabies.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis penggunaan Dermatop juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aturan Penggunaan Dermatop : Oleskan 1-2 kali sehari. Jangan lebih dari 4 minggu.

Efek Samping

  • Rasa terbakar
  • Gatal
  • Iritasi
  • Kulit kering
  • Folikulitis (radang pada folikel rambut)
  • Hipertrikosis (pertumbuhan rambut yang tidak normal)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada penderita penyakit kulit akibat cacar air, sifilis, TB, vaksinasi, rosacea (Benjolan kemerahan) dan dermatitis perioral (Penyakit kulit yang menyerang wajah khususnya disekitar bibir).

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dermatop ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.