Pengertian

Detrusitol merupakan obat yang mengandung tolterodine. Obat ini digunakan untuk mengobati inkontinensia urine atau tidak dapat mengendalikan buang air kecil, akibat gangguan kendali pada kandung kemih (urge incontinence). Tolterodine termasuk ke dalam golongan obat antispasmodik, yatu obat yang bekerja dengan cara melemaskan otot-otot. Tolterodine akan melemaskan otot kandung kemih, sehingga mencegah kontraksi otot dan meningkatkan kemampuan penderita dalam mengendalikan buang air kecil.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat.
  • Kandungan: Tolterodine I-tartrate 2 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @14 Tablet.
  • Farmasi: PT Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Detrusitol memiliki fungsi untuk mengobati inkontinensia urine atau tidak dapat mengendalikan buang air kecil.

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Detrusitol harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Detrusitol adalah:
Dosis awal: 1 tablet (2 mg), di minum 2 kali sehari. Dosis dapat di turunkan menjadi 1 mg, di minum 2 kali sehari menurut respons.

Efek Samping

  • Mual, muntah
  • Berkeringat
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan wajah
  • Detak jantung cepat atau tidak rata
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali atau buang air kecil
  • Mulut kering, mata kering

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Detrusitol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Retensi urin (gangguan pada kandung kemih sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine).
  • Kolitis ulserativa (radang usus kronis yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan).
  • Megakolon toksik (pelebaran atau pembesaran abnormal pada usus besar).
  • Miastenia gravis (penyakit yang terjadi karena terputusnya komunikasi antara saraf dan otot).
  • Glaukoma sudut sempit (kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata).

Interaksi Obat
Peningkatan konsentrasi serum dan risiko overdosis jika di berikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 yang poten (seperti: erythromycin, ketoconazole).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Detrusitol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.