Pengertian

Dexazol merupakan obat dengan komposisi Ketoconazole yang digunakan sebagai obat anti jamur atau infeksi jamur pada kulit, vagina, jamur pada area mulut, serta jamur pada pencernaan dan dapat digunakan untuk jamur dikepala (ketombe). Ketoconazole bekerja dengan menghambat pembentukan membran sel jamur.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti Jamur.
  • Kandungan: Ketoconazole 200 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan

Dexazol digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, vagina, jamur pada area mulut, serta jamur pada pencernaan dan dapat digunakan untuk mengatasi jamur dikepala (ketombe).

Dosis & Cara Penggunaan

Penggunaan Dexazol harus dikonsultasikan dengan Dokter. Dosis penggunaan Dexazol:

  • Anak usia > 12 tahun dengan berat badan 30kg: di minum 1 kali sehari, 1 tablet sesudah makan.
  • Dewasa: di minum 1 kali sehari, 1 tablet sesudah makan.
  • Infeksi jamur kronis: di minum 2 kali sehari, 1 tablet sesudah makan.
  • Infeksi jamur pada vagina: di minum 1 kali sehari, 2 tablet selama 5 hari.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan obat Dexazol, yaitu: mual, muntah, demam dan jika mengkonsumsi obat secara berlebihan dapat meninkat risiko kerusakan hati.

Kontraindikasi

  • Pasien yang mempunyai riwayat penyakit liver dapat menimbulkan efek pada kerusakan hati.
  • Tidak di anjurkan bagi anak usia dibawah 2 tahun atau pasien yang sedang prorses pembersihan darah.

Interaksi Obat

  • Obat yang mengandung komposisi Magnesium dan Sucralfat dapat menurunkan daya serap pada penggunaan Ketoconazole.
  • Obat yang mengandung komposisi Rifampicin, Isoniazid dapat menurunkan kadar ketoconazole dalam darah.
  • Mengkonsumsi obat pil KB yang di konsumsi bersamaan dengan Ketoconazole dapat menurunkan keefektifan kadar obat tersebut.

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dexazol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.