Pengertian

Dexosyn merupakan sediaan krim yang mengandung zat aktif Desoximetasone. Dexosyn digunakan untuk membantu mengobati gejala peradangan pada kulit dan gatal yang menyebabkan ruam kulit. Dexosyn atau Desoximetasone adalah kortikosteroid topikal yang menginduksi protein penghambat fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas mediator kimia endogen seperti (kinin, histamin, enzim liposom, dan prostaglandin).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
  • Kandungan: Desoximetasone 0.05%; Desoximetasone 0.25%
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 15 Gram.
  • Farmasi: Pharos Indonesia PT

Kegunaan

Dexosyn digunakan untuk membantu mengobati gejala peradangan pada kulit dan gatal yang menyebabkan ruam kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Dexosyn termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  • Dewasa: Sebagai krim / gel / lotion / salep 0.05-0.25%: Oleskan tipis pada 2 kali sehari pada area yang radang.
  • Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.

Efek Samping

  1. Rasa terbakar.
  2. Gatal, iritasi.
  3. Kulit Kering.
  4. Infeksi sekunder.
  5. Sindrom Cushing.
  6. Hiperglikemia atau meningkatnya lemak dalam darah.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Dexosyn:

  • Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
  • Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
  • Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
  • Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasirox.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dexosyn ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.