Pengertian

Dextaco merupakan obat yang mengandung Dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Obat ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat-zat di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Dextaco digunakan untuk kasus alergi yang membutuhkan pengobatan kortikosteroid, misalnya pada kasus rhinitis alergi (pilek) dan urtikaria (gatal-gatal dan kemerahan pada kulit akibat alergi/biduran). Dextaco tersedia dalam 2 bentuk sediaan yaitu kaplet dan sirup.

Keterangan

  • Dextaco Kaplet
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi.
  • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg.
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip .
  • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
  • Farmasi: Berlico Mulia Farma.
  • Dextaco Sirup
  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi.
  • Kandungan: Per 5 mL mengandung Dexamethasone 0.5 mg, Dexchlorpheniramine Maleate 2 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 mL.
  • Farmasi: Berlico Mulia Farma.

Kegunaan

Dextaco digunakan untuk pengobatan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan

Dextaco termasuk dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep Dokter.

Aturan penggunaan Dextaco Kaplet:
- Dewasa dan anak > 12 tahun: dosis awal 1 kaplet setiap 4-6 jam.
- Anak 6-12 tahun: sehari 3-4 kali1/2 kaplet.

Aturan penggunaan Dextaco Sirup:
- Dosis dewasa dan anak usia >12 tahun : dosis awal 1 sendok takar setiap 4-6 jam
- Dosis anak 6-12 tahun : 3-4 x sehari ½ sendok takar.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut. Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Dextaco antara lain : osteoporosis (kerapuhan tulang), ulkus peptikum (kerusakan lapisan mukosa), glaukoma dan subkapsular katarak (kelainan pada mata), fraktur kompresi vertebral (patahan tulang yang menerobos ruas tulang bekang). disfungsi pankreas (pankreas tidak bekerja), gangguan sistem pencernaan, nafsu makan meningkat, peningkatan kerapuhan kulit. Peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Kontraindikasi
1. Hipersensitif.
2. Infeksi jamur sistemik, tukak lambung aktif, herpes simpleks okular (penyakit mata).
3. Pengobatan MAOI secara bersamaan.
4. Bayi baru lahir & prematur.

Interaksi Obat
Peningkatan risiko hipokalemia (kadar kalium rendah) bila digunakan bersamaan dengan obat potassium-depleting seperti amfoterisin B dan diuretik loop. Mengurangi khasiat isoniazid, salisilat, vaksin dan toxoid. Peningkatan aktivitas deksametason dan siklosporin bila digunakan bersama-sama. Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau etanol dapat menyebabkan peningkatan efek samping gangguan sistem pencernaan. Berpotensi Fatal: Mengurangi khasiat dalam kombinasi dengan efedrin, cholestyramine, fenitoin, fenobarbital dan rifampisin.

Kategori Kehamilan
FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) kedalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :
Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.