Pengertian

Dextrofen adalah obat yang digunakan untuk meringankan batuk yang disertai gejala flu, seperti: pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Dextrofen mengandung dextromethorphan yang merupakan obat penekan batuk dari kelas morphinan, dexchlorpheniramine maleate yang berfungsi untuk meredakan alergi, dan phenylephrine yang berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Flu.
  • Kandungan: Dextromethorphan 7.5 mg, Dexchlorpheniramine maleate 1 mg, Phenylephrine 5 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 mL.
  • Farmasi: PT Phapros.

Kegunaan

Dextrofen digunakan untuk meringankan gejala batuk dan pilek.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Dextrofen:

  • Dewasa: 2 sendok teh (10 ml), di minum 3-4 kali sehari
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1 sendok teh (5 ml), di minum 3-4 kali sehari
  • Anak-anak usia 2-6 tahun: ½ sendok teh (2.5 ml), di minum 3-4 kali sehari

Efek Samping

  • Kejang epilepsi (dalam dosis besar)
  • Urtikaria (biduran), ruam
  • Syok anafilaksis (Reaksi alergi parah berpotensi mengancam nyawa)
  • Fotosensitifitas (sensitif terhadap cahaya).
  • Keringat berlebihan.
  • Menggigil.
  • Hipotensi.
  • Anemia hemolitik (Penurunan jumlah sel darah merah)
  • Sedasi, kantuk, dan pusing
  • Mual, muntah, diare, dan konstipasi (Sembelit).

Kontraindikasi

  • Jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap salah satu komponen obat ini.
  • Pasien penderita hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Penggunaan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  • Risiko obat-obat antihistamin yang lebih tinggi untuk bayi pada umumnya dan untuk bayi baru lahir prematur, dan ibu menyusui.
  • Antihistamin tidak boleh digunakan untuk mengobati gejala penyakit pada saluran pernapasan bagian bawah termasuk asma.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dextrofen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.