Pengertian

Dextrosin merupakan produk obat yang diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals Inds dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung dextromethorphan, diphenhydramine HCl, guaifenesin dan phenylephrine. Dextrosin digunakan untuk meringankan gejala batuk dan flu, seperti: pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Obat ini termasuk dalam golongan obat ekpektoran untuk mengencerkan dahak, antialergi, dan dekongestan atau meringankan hidung tersumbat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Flu.
  • Kandungan: Dextromethorphan 15 mg, diphenhydramine HCl 5 mg, Guaifenesin 50 mg, Phenylephrine HCl 12.5 mg.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 120 mL.
  • Farmasi: PT Otto Pharmaceuticals.

Kegunaan

Dextrosin digunakan untuk meringankan gejala flu, batuk, dan pilek.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Dextrosin :

  • Anak-anak usia 2-6 tahun: ½ sendok teh (2.5 ml), di minum 3–4 kali sehari
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 1 sendok teh (5 ml), di minum 3–4 kali sehari
    Dewasa: 2 sendok teh (10 ml), di minum 3–4 kali sehari

Efek Samping

  • Mual, muntah, diare, dan konstipasi (Sembelit).
  • Vertigo
  • Syok anafilaksis (Reaksi alergi parah berpotensi mengancam nyawa).
  • Fotosensitifitas (sensitif terhadap cahaya).
  • Keringat berlebihan.
  • Tinnitus (Telinga berdering)
  • Hipotensi.
  • Anemia hemolitik (Penurunan jumlah sel darah merah),
  • Sedasi, kantuk, dan pusing.
  • Tremor (Gemetaran).
  • Insomnia (Susah tidur), euforia.
  • Parestesi (Kesemutan)

Kontraindikasi

  1. Hindari pengunaan obat ini pada pasien yang memiliki indikasi penyakit asma, hipertensi parah, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan gangguan fungsi hati yang parah tidak boleh menggunakan obat ini.
  2. Pengunaan obat-obat golongan monoamine oksidase (MAO) inhibitors, karena bisa meningkatkan tekanan darah.
  3. Risiko obat-obat antihistamin yang lebih tinggi untuk bayi pada umumnya dan untuk bayi baru lahir prematur, dan ibu menyusui.

 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan dextrosin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.