Pengertian

Diamox merupakan obat yang mengandung asetazolamid sebagai zat aktifnya. Diamox digunakan untuk membantu mengobati gangguan penglihatan, memperlancar air seni, mengobati epilepsi (kejang-kejang). Diamox bekerja dengan cara menghambat karbonat anhidrase yang efektif melawan kejang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Diuretik
  • Kandungan: Asetazolamid 250 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan : Strip @ 12 Kaplet
  • Farmasi: Phapros Tbk

Kegunaan

Diamox digunakan untuk membantu mengobati gangguan penglihatan, memperlancar air seni, mengobati epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan

Diamox merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan diamox juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Diuretik: diberikan dosis 250 - 375 mg sehari sekali
  • Glaucoma: di berikan dosis 250 - 1000 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis
  • Epilepsi: di berikan dosis 250 - 1000 mg per hari dibagi dalam beberapa dosis
  • Pencegahan fobia ketinggian: di berikan dosis 500 - 1000 mg perhari dibagi dalam beberapa dosis, lebih baik diminum sehari sebelum berada di tempat tinggi (Perjalanan panjang menggunakan pesawat).

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi obat Diamox, seperti: gangguan pendengaran, muntah, mual, diare, gangguan pada indra perasa, kehilangan nafsu makan, poliurea (jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak)

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap acetazomalide
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati dan ginjal

Interaksi Obat

  • Aspirin dapat menyebabkan anorexia (penurunan berat badan berlebih), kelelahan dan lemas, koma sampai meninggal.
  • Dapat menurunkan konsentrasi serum promidone
  • Natrium bicarbonat dapat meningkatkan eksresi litium sehingga berbahaya bagi ginjal

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Diamox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.