Pengertian

Dianeal infus mengandung Dextrose. mekanisme kerja dari dextrose yaitu menghasilkan perbedaan gradien osmotik yang memfasilitasi penarikan cairan dari plasma. Dianeal infus diindikasi sebagai larutan dialisis peritoneal yang diindikasikan untuk pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Elektrolit.
  • Kandungan: Dextrose 2,5 %.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Ultrabag.
  • Kemasan: Ultrabag 2 L.
  • Farmasi: PT Baxter.

Kegunaan

Dianeal infus sebagai larutan dialisis peritoneal (prosedur untuk menghilangkan limbah atau zat kimia dari dalam tubuh) diindikasikan untuk pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD).

Dosis & Cara Penggunaan

Intraperitoneum untuk dwell time 4-8 jam saat siang hari dan 8 - 12 jam saat malam hari.

Efek Samping

Efek samping terkait prosedur (nyeri abdomen, peritonitis (peradangan lapisan tipis dinding perut), infeksi sekitar kateter, dsb). Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, hipo- dan hipervolemia (kelebihan volume cairan), hipo- dan hipertensi, kram otot, dan sindroma disequilibrium (ketidak seimbangan osmotik).

Kontra Indikasi
Hindari penggunaan Dianeal 2,5 % kepada pasien yang ingin menggunakannya secara intravena (melalui vena) maupun untuk terapi asidosis laktat (kelebihan asam laktat).

Interaksi Obat
Konsentrasi darah pada obat yang dapat terdialisis mungkin dapat menurun konsentrasinya pada saat dialisis. Dapat mengubah dosis insulin pada darah pasien diabetes, sehingga diperlukan penyesuaian dosis untuk perawatan hiperglikemik.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Dianeal 2,5 % ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin. Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Dianeal 2,5 % selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.