Pengertian

Diazepam merupakan obat generik golongan bezodiazepin. Diazepam bekerja dengan cara mempengaruhi neurotransmiter, yang berfungsi memancarkan sinyal ke sel otak. Obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia, kejang-kejang, gejala putus alkohol akut, serta digunakan sebagai obat bius sebelum operasi.

Keterangan

  1. Diazepam Tablet
    • Golongan: Obat Psikotropika
    • Kelas Terapi: Anxiolytics / Antikonvulsan / Hipnotik & Sedatif
    • Kandungan: Diazepam 5 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip; Botol
    • Kemasan: Strip @ 10 tablet; Botol @ 100 tablet
    • Farmasi: Indofarma; Mersifarma Tirmaku Mercusana; Yarindo Farmatama; Phapros; Kimia Farma 
  2. Diazepam Cairan Injeksi
    • Golongan: Obat Psikotropika
    • Kelas Terapi: Anxiolytics / Antikonvulsan / Hipnotik & Sedatif
    • Kandungan: Diazepam 5 mg/ ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul @ 2 ml
    • Farmasi: Meprofarm; Mersifarma Tirmaku Mercusana

Kegunaan

Diazepam digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, insomnia, kejang-kejang, gejala putus alkohol akut, serta digunakan sebagai obat bius sebelum operasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan Dizepam, harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Diazepam Tablet
    • Meredakan kecemasan
      • Anak: 1-2,5 mg/hari. Dosis dapat dinaikkan secara perlahan jika diperlukan.
      • Dewasa: di berikan dosis 2 mg, tiga kali sehari. Dosis maksimal adalah 30 mg/hari.
    • Mengatasi kejang otot atau myasthenia gravis
      • Anak: 2-40 mg/hari yang dibagi ke dalam beberapa dosis sesuai dengan anjuran Dokter.
      • Dewasa: 2-15 mg/hari yang dibagi ke dalam beberapa dosis sesuai dengan anjuran Dokter. Jika diperlukan, dosis dapat dinaikkan hingga 60 mg/hari, khususnya bagi penderita kondisi parah seperti celebral palsy.
    • Mengatasi kejang-kejang
      • Dewasa: 2-60 mg/hari yang dibagi ke dalam beberapa dosis sesuai dengan anjuran Dokter.
    • Mengobati gejala putus alkohol akut
      • Dewasa: 5-20 mg setiap 2-4 jam sekali. Dosis dapat dinaikkan atau dikurangi sesuai anjuran Dokter.
    • Mengobati insomnia
      • Anak: 1-2,5 mg tiga sampai empat kali sehari. Dosis dapat dinaikkan sesuai keperluan.Dewasa: 5-15 mg sebelum tidur.
    • Sebagai anestesi pra-operasi
      • Anak: 0,1-0,2 mg/kg.Dewasa: 0,1-0,2 mg/kg berat badan.
  2. Diazepam Injeksi
    • Kecemasan parah
      Dewasa: di berikan dosis 2-10 mg melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah) lambat, dapat diulang setelah 4 jam.
      Lansia: Kurangi setengah dosis.

    • Kejang otot
      Dewasa: 5-10 mg melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah) lambat, dapat diulangi setelah 4 jam. Kejang otot karena tetanus: Awalnya, 0,1-0,3 mg / kg berat badan melalui injeksi intravena lambat (1 mL / menit), dapat diulangi dengan jangka waktu 1-4 jam. Atau, infus intravena kontinu 3-10 mg / kg berat badan selama 24 jam. Dosis dapat di tingkatkan berdasarkan keparahan kasus.
      Anak: Sama seperti dosis orang dewasa.
      Lansia: Kurangi setengah dosis.

    • Premedikasi sebelum anestesi
      Dewasa: 10-20 mg, dosis dapat di tingkatkan berdasarkan respons klinis atau sesuai kebutuhan.
      Anak: 0,2 mg / kg berat badan, di berikan secara injeksi lambat lebih dari 0,5 mL / menit.
      Lansia: Kurangi setengah dosis.

    • Sindrom penarikan alkohol
      Dewasa: Parah dan dengan delirium tremens: 10-20 mg melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah) lambat, dosis dapat di tingkatkan tergantung pada keparahan gejala.
      Lansia: Kurangi setengah dosis.

       

    • Kejang
      Dewasa: 10-20 mg melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah) lambat (1 mL / menit), dapat diulangi setelah 30-60 menit, sesuai kebutuhan. Dapat diikuti oleh infus IV lambat jika diindikasikan. Maksimal: 3 mg / kg dalam 24 jam.
      Anak usiac1 bulan hingga <5 tahun: melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau intravena (pembuluh darah) lambat setiap 2-5 menit hingga Maksimal 5 mg; anak usia ≥5 tahun 1 mg setiap 2-5 menit hingga Maksimal 10 mg. Dapat diulangi dalam 2-4 jam jika perlu.

Efek Samping

  • Mengantuk atau pusing.
  • Lemas.
  • Gangguan fungsi koordinasi atau keseimbangan.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Mudah lupa dan merasa bingung.
  • Bersikap agresif.

Kontraindikasi
Pasien dengan glaukoma sudut tertutup akut, depresi SSP yang sudah ada sebelumnya, koma, insufisiensi pernapasan berat atau akut, sindrom apnea tidur, miastenia gravis, gangguan hati berat dan anak dibawah 6 bulan.

Interaksi Obat
Penggunaan Diazepam bersama antivirus dapat meningkatkan efek depresi SSP, penggunaan bersama teofilin dapat mengurangi efek teofilin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Diazepam ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).