Pengertian

Difulcan merupakan obat yang mengandung fluconazole yang bekerja dengan menghambat pembentukan sel jamur. Difulcan adalah obat yang dapat digunakan untuk membantu pengobatan meningitis kriptokokal, kandidemia (infeksi candida dalam aliran darah), kandidiasis diseminata, dan infeksi jamur invasif lainnya, kandidiasis orofaringeal, kandidiasis esofagus, kandidiasis vaginal.

Keterangan

 

  1. Difulcan Kapsul 
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antifungi
    • Kandungan: Fluconazole 50 mg; Fluconazole 150 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul; Strip @ 1 Kapsul
    • Farmasi: Pfizer Indonesia.
  2. Difulcan Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antifungi
    • Kandungan: Fluconazole 2 mg/ ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 100 ml
    • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan

Diflucan adalah obat yang dapat digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang di sebabkan oleh jamur, seperti: meningitis kriptokokal, kandidemia, kandidiasis diseminata, dan infeksi kandida invasif lainnya, kandidiasis orofaringeal, kandidiasis esofagus, kandidiasis vaginal.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

  • Dosis untuk Candidiasis (Infeksi Jamur): 1  x sehari 50 mg selama 1-2 minggu atau dapat digunakan 3 hari sekali 1 kapsul sesudah makan.
  • Dosis penggunaan pada infeksi kelamin yang disebabkan oleh jamur : 1 x sehari 1 kapsul sesudah makan.

Efek Samping

  • Nyeri pada perut
  • Gangguan pada indra pengecap
  • Mual muntah
  • Terjadi kemerahan pada kulit.
  • Gangguan pada pencernaan

Kontraindikasi
Tidak disarankan penggunaan obat ini bagi pasien yang memiliki riwayat alergi/ hipersensitif pada obat Fluconazole atau golongan Azole lainnya.

Interaksi Obat:

  • Penggunaan obat ini jika dikonsumsi bersamaan dengan Hydroclortiazid dapat terjadi kenaikan kadar Fluconazole dalam darah.
  • Penggunaan bersamaan dengan warfarin dapat meningkatkan kadar warfarin dalam darah.
  • Dapat terjadi kenaikan efek samping jika di konsumsi bersmaan dengan obat : Phenytoin, Teofilin, Celecoxib dan obat kolesterol.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Diflucan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.