Pengertian

Diltiazem merupakan obat yang digunakan untuk membantu terapi hipertensi (darah tinggi) ringan sampai sedang, mengobati angina pektoris, dan beberapa jenis aritmia. Cara kerja diltiazem adalah dengan melebarkan dinding pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung dapat meningkat. Proses ini akan menurunkan tekanan darah dan detak jantung, sekaligus mengurangi beban kerja jantung. Diltiazem hanya akan membantu Anda untuk mengontrol dan bukan untuk menyembuhkan hipertensi.

Keterangan

  1. Diltiazem Tablet
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
    • Kandungan: Diltiazem 30 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Dexa Medica, Kimia Farma, Indofarma, Sanbe Farma.
  2. Diltiazem Vial
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Antagonis Kalsium
    • Kandungan: Diltiazem 5 mg
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Vial
    • Kemasan: Vial @ 5 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Diltiazem merupakan obat yang digunakan untuk membantu terapi hipertensi (darah tinggi) ringan sampai sedang, mengobati angina pektoris, dan beberapa jenis aritmia.

Dosis & Cara Penggunaan

Diltiazem merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan diltiazem juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Aritmia Kardia:
Dosis awal dewasa 250 mcg/kg melalui intravena.

Angina Pektoris:
Dosis awal 60 mg tiga kali sehari,dosis dapat ditingkatkan menjadi 360 mg per hari atau 480 mg perhari.
Lansia : 120 mg per hari sebagai dosis tunggal atau dibagi dalam 2 dosis.

Hipertensi:
Dewasa: Dosis awal 90-120 mg dua kali sehari, dosis dapat ditingkatkan maksimal 360 mg jika dibutuhkan.
Lansia: Dosis awal 120 mg per hari sebagai dosis tunggal atau 2 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Diltiazem adalah:
Sakit kepala, Hipotensi, pusing, kelelahan, gangguan lambung (mual, muntah, konstipasi, diare), muncul ruam

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu diltiazem

Kategori Kehamilan:
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Diltiazem ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:

Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.