Diproca

Diproca

Obat

Pengertian

Diproca merupakan obat yang di produksi oleh Dipa Pharmalab Intersains. Diproca adalah golongan obat anti-androgen yang bekerja di dalam tubuh dengan mencegah kerja androgen (hormon pada laki-laki). Diproca mengandung zat aktif Bicalutamide yang digunakan bersamaan dengan hormon lain untuk mengobati kanker prostat.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Terapi Hormon Kanker.
  • Kandungan: Bicalutamide 50 mg.
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @14 Tablet.
  • Farmasi: PT Dipa Pharmalab Intersains.

Kegunaan

Diproca digunakan untuk pengobatan kanker prostat tahap lanjut sebagai terapi tunggal maupun terapi adjuvan (mencegah kemungkinan kambuh).

Dosis & Cara Penggunaan

Diproca termasuk kedalam obat keras, yang hanya dapat dibeli dengan resep dari Dokter dan dapat dikonsumsi sesuai dengan aturan pakai yang diberikan oleh Dokter. Aturan Pakai obat ini sebagai berikut:


Pria dewasa termasuk lanjut usia: 1 tablet di minum 1 kali sehari. Terapi dimulai selambat-lambatnya 3 hari sebelum terapi LHRH analog, atau pada saat yang sama dengan pembedahan pengebirian (tindakan bedah yang di lakukan untuk menghilangkan fungsi testis).

Efek Samping

  • Nyeri atau bengkak pada payudara
  • Lemah, pusing
  • Sakit punggung, nyeri pada pinggul, sendi atau otot
  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Muntah, mual, diare, konstipasi
  • Perubahan berat badan
  • Impoten, hilang kemampuan seksual, atau sulit mendapatkan orgasme
  • Pusing, sakit kepala
  • Radang tenggorokan, hidung berair atau gejala pilek lain

Kontraindikasi

  • Pasien yang hipersensitif.
  • Pemberian bersama terfenadine, astemizole atau cisapride.
  • Wanita dan anak-anak.

Interaksi Obat
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan obat terfenadin, astemizol, cisapride.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Diproca ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter