Pengertian

Dipsamol merupakan produk obat berbentuk cairan inhalasi yang diproduksi oleh Dipa Pharmalab Intersains. Obat ini mengandung Salbutamol yang digunakan untuk meringankan kondisi dan gejala penyakit pernapasan, gangguan paru-paru, dan asma.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Preparat Antiasma dan PPOK.
  • Kandungan: Salbutamol Sulfat 100 mcg/ dosis.
  • Bentuk: Inhaler.
  • Satuan Penjualan: Botol Semprot.
  • Kemasan: Botol Semprot.
  • Farmasi: PT Dipa Pharmalab Intersains.

Kegunaan

Dipsamol digunakan untuk meringankan penyakit asma ringan, sedang atau berat.

Dosis & Cara Penggunaan

Dipsamol termasuk ke dalam golongan obat keras. Pembeliannya wajib menggunakan resep Dokter. Konsultasilah terlebih dahulu kepada Dokter sebelum menggunakan obat ini. Sebab, dosis penggunaannya berbeda-beda untuk tiap pasien, tergantung berat ringannya penyakit yang diderita.

  1. Dosis yang diberikan untuk dewasa
    • Bronkhospasme akut dan penanganan episode intermiten pada asma: 1-2 hembusan sebagai dosis tunggal.
    • Pemeliharaan menahun atau sebagai pencegahan: 3-4 kali sehari 2 hembusan.
    • Untuk mencegah bronkhospasme yang dipicu oleh latihan/gerak badan yang berlebihan: 2 hembusan sebelum latihan (olahraga).
  2. Anak-anak
    • Bronkhospasme akut, penanganan saat asma atau sebelum olahraga: 1 hembusan.
    • Pencegahan atau pemeliharaan rutin: 3-4 kali sehari 1 hembusan.
      Dosis ini dapat ditingkatkan sampai 2 hembusan jika perlu.

Efek Samping

  • Pernapasan lambat atau tidak teratur 
  • Batuk
  • Sesak di dada
  • Suara serak
  • Hiperaktif pada anak-anak
  • Sulit bernafas
  • Peningkatan aliran darah ke ekstremitas
  • Ruam kulit
  • Detak jantung tidak teratur 

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif atau alergi terhadap Salbutamol.

Interaksi Obat
Obat penghambat β yang tidak selektif misalnya propranolol.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dipsamol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.