Pengertian

Ditalin adalah obat yang memiliki kandungan fenitoin dan fenobarbital. Ditalin biasanya digunakan sebagai obat resep dari Dokter, untuk menangani masalah kejang-kejang yang umumnya dialami oleh pasien yang menderita penyakit epilepsi. Penyakit epilepsi ditandai dengan sering kejang secara berulang, karena terjadi gangguan pada sinyal listrik di dalam otak pasien. 

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikonsulvan.
  • Kandungan: Fenitoin 100 mg, Na Fenobarbital 50 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: PT Otto Pharmaceutical Industries.

Kegunaan

Ditalin digunakan untuk mengatasi epilepsi dan kejang-kejang.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Ditalin adalah:

  • Untuk Dewasa: Berikan dosis 150 hingga 300 mg per harinya untuk dosis awal. Dosis selanjutnya, berikan 200 hingga 500 mg per hari.
  • Untuk Anak-anak: Berikan dosis awal sebanyak 5 mg/ kg berat badan per hari dan dibagi pada 2 hingga 3 jadwal pemberian obat. Tahap selanjutnya, berikan 4 hingga 8 mg/kg berat badan per hari hingga dosis maksimal 300 mg per hari.

Efek Samping

  • Ruam pada kulit.
  • Mengalami kebingungan.
  • Depresi.
  • Ataksia ( gangguan koordinasi gerakan).
  • Hirsutisme (pertumbuhan rambut berlebih pada wanita).
  • Hiperplasia gusi (peristiwa meningkatnya jumlah sel yang terjadi pada gusi akibat peningkatan proses mitosis).
  • Membuat gelisah.
  • Membuat gugup.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Ditalin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap komponen dari obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan delavirdine.
  • Riwayat hepatotoksisitas akut (kerusakan hati yang disebabkan oleh zat kimia) sebelumnya yang disebabkan oleh fenitoin.
  • Sinusitis (peradangan pada dinding sinus).
  • Sindrom QT panjang (gangguan irama jantung dapat berpotensi menyebabkan detak jantung cepat dan kacau).
  • Aritmia (gangguan irama jantung).

Interaksi Obat
Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Ditalin:

  • Efek ditalin dapat meningkat jika digunakan bersama obat sedatif, MAOI (penghambat mono amin oksidase), disulfiram, fenilbutazon, INH, kloramfenikol, dan beberapa depresan susunan saraf pusat.
  • Penurunan efek dikumarol, disopiramida, quinidin.
  • Menghambat efek prednisolon, deksametason, dan kortikosteroid.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ditalin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).