Pengertian

Divalin merupakan jenis obat hormonal yang berbentuk suntik dan biasa digunakan untuk mengatasi masalah endometriosis dan penebalan endrometrium. Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Divalin memiliki kandungan zat aktif leuprolide acetate, yang memiliki kinerja untuk mengatasi jenis-jenis kista dan sisa kista cokelat atau endrometriosis yang masih terdapat pada tubuh pasien wanita.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Terapi Hormon Kanker / Hormon Trofik & Obat Sintetis Terkait.
  • Kandungan: Leuprorelin acetate 3.75 mg.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Box, 1 Vial @ 3.75 mg + 1 Ampul pelarut @ 1.5 mL + 1 disposable syringe + 2 jarum suntik 22G.
  • Farmasi: PT Darya Varia.

Kegunaan

Divalin memiliki kegunaan sebagai terapi endometriosis pada genital dan ekstragenital (stadium I-IV), kanker prostat dengan metastasis (penyebaran sel kanker).

Dosis & Cara Penggunaan

Divalin harus digunakan sesuai dengan resep Dokter dan pemberiannya dilakukan oleh tenaga medis profesional. Aturan penggunaan Divalin adalah:

  • Endometriosis: sebagai terapi utama selama 5 hari pertama siklus menstruasi, diberikan secara injeksi tunggal sub kutan (melalui kulit) atau intramuskular (melalui otot), diperbarui setiap 4 minggu. Lama terapi: 6 bulan.
  • Karsinoma prostat: 3.75 mg sebagai injeksi tunggal sub kutan (melalui kulit) atau intramuskular (melalui otot) tiap bulan.

Efek Samping

  • Hipoestrogenisme (kondisi ketika hormon seksual yang dihasilkan oleh kelenjar seksual).
  • Rasa panas & kemerahan pada wajah, penglihatan kabur dan penurunan libido.
  • Pusing, edema (pembengkakan karena penumpukan cairan), dan sakit kepala.
  • Kekeringan pada vagina, emosi tak stabil, dan mialgia.
  • Nyeri sendi, nyeri tulang, perubahan pada densitas tulang.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Divalin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap GnRH, analog agonis GnRH atau eksipien produk.
  • Pendarahan vagina abnormal yang tidak terdiagnosis.
  • Ibu hamil dan menyusui.

Interaksi Obat
Berikut ini adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada Divalin:

  • Dapat menurunkan metabolisme dari warfarin, 3,5-diiodothyropropionic acid, 5-androstenedione, 6-O-benzylguanine, 9-aminocamptothecin, Abemaciclib.
  • Dapat menurunkan efek terapi dari 2,4-thiazolidinedione.
  • Dapat menurunkan tingkat ekskresi abacavir yang dapat menghasilkan tingkat serum yang lebih tinggi.
  • Risiko atau tingkat keparahan perpanjangan QTc dapat meningkat ketika Leuprolide dikombinasikan bersama Abexinostat.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Divalin ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.