Pengertian

Dobuca adalah obat yang mengandung zat aktif Dobutamine HCl. Dobutamine adalah salah satu obat golongan katekolamin sintetis yang berfungsi merangsang reseptor beta-1 pada organ jantung. Dobuca digunakan untuk meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung sehingga volume darah yang dipompa meningkat. Tidak seperti katekolamin lainnya, efek samping pada jantung yang disebabkan Dobuca termasuk minim sehingga dapat menurunkan risiko detak jantung yang tidak teratur. Dobuca dapat digunakan untuk mengatasi gagal jantung yang menyertai syok kardiogenik dan syok septik dengan gangguan fungsi ventrikel jantung. Pada pasien anak-anak (bayi baru lahir hingga usia 18 tahun), obat ini digunakan pada pasien dengan volume output jantung sedikit akibat baru melalui operasi jantung dan kardiomiopati (lemah jantung).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Jantung .
  • Kandungan: Dobutamin 50 mg/mL.
  • Bentuk: Ampul.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Ampul 5 mL.
  • Farmasi: PT Ethica Industri Farmasi.

Kegunaan

Dobuca merupakan obat yang digunakan sebagai terapi penunjang untuk meningkatkan kontraksi jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Dobuca adalah:

  1. Gagal Jantung Akut:
    • Dewasa: di berikan dosis 2.5-40 mikrogram (mcg) per kg berat badan per menit secara intra vena (melalui pembuluh darah). Lazimnya : 2.5-10 mcg per kg berat badan per menit.
    • Bayi hingga Anak usia 18 Tahun: Dosis awal: 5 mcg per kg berat badan per menit. Dosis disesuaikan dengan respons tubuh 2-20 mkg per kg per menit.

Efek Samping

  • Mual.
  • Pusing.
  • Demam.
  • Tremor.
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Aritmia, atau gangguan pada detak jantung.
  • Angina, atau sakit di area dada.
  • Takikardia, atau detak jantung yang berdetak di atas normal pada kondisi beristirahat.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Dobuca pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Kardiomiopati obstruktif (kelainan jantung).
  • Idiopatik hipertrofik stenosis subaorta (sumbatan pada lambung).

Interaksi Obat
Berikut ini adalaha beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi pada penggunaan Dobuca:

  • Risiko hipotensi dan takikardia jika digunakan dengan penyekat α.
  • Dapat menghasilkan aritmia ventrikel jika digunakan bersama siklopropana, halotan, dan anestesi terhalogenasi lainnya.
  • Peningkatan risiko aritmia jika digunakan dengan quinidine dan glikosida jantung.
  • Risiko hipertensi dan aritmia jika digunakan bersama Trisiklik antidepresan.
  • Dapat meningkatkan diskinesia tardif jika digunakan bersama antihipertensi.
  • Risiko hipertensi berat dan bradikardia jika digunakan bersama dengan β-blocker khususnya β-blocker non-selektif.
  • Mengurangi efek kardiotonik jika digunakan bersama pemberian CaCl.
  • Peningkatan risiko hipertensi jika digunakan bersama doksapram.
  • Dapat meningkatkan efektifitas jika digunakan bersama entacapone.
  • Risiko ergotisme jika digunakan bersama dengan ergotamin atau ergometrine (ergonovine) atau methysergide.
  • Oksitosin dapat meningkatkan efek pressor dobutamin tanpa atau tanpa hipertensi.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dobuca ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).