Pengertian

Dolones merupakan obat topikal (untuk pemakaian luar) yang mengandung Lidocaine dan Prilocaine. Dolones digunakan sebagai anestesi lokal (bius lokal) yang berkaitan dengan penyuntikan, misalnya: pengambilan sampel darah, prosedur bedah superfisial (di permukaan kulit).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anestesi - Lokal dan Umum
  • Kandungan: Lidocaine 25 mg, prilocaine 25 mg
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 g
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan

Dolones digunakan sebagai anestesi lokal (bius lokal) yang di gunakan dengan cara di oleskan di permukaan kulit.

Dosis & Cara Penggunaan

Dolones merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan dolones juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Oleskan krim tebal pada kulit.

  • Dewasa: 1,5 g / 10 cm2.
    • Prosedur minor misalnya, penyisipan jarum & perawatan bedah untuk lesi yang terlokalisasi: 2 g selama minimal 1 jam.
    • Prosedur dermal pada area yang lebih luas misalnya, pencangkokan kulit split: 1,5-2 g / 10 cm2 selama minimal 2 jam.
  • Anak usia 6-11 tahun: Hingga 20 g / 200 cm2
  • Anak usia 1-5 tahun: hingga 10/100 cm2
  • Anak usia 3-12 bulan: Total dosis tidak boleh lebih dari 2 g dan area kulit tidak lebih dari 16 cm2.
    Waktu aplikasi: Setidaknya 1 jam dan tidak > 3 jam.

Efek Samping

  • Sensasi kulit yaitu sensasi terbakar
  • Gatal

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan dolones pada pasien:

  • Penderita methemoglobinemia kongenital atau idiopatik.
  • Bayi prematur

Interaksi Obat
Meningkatkan risiko methemoglobinemia jika diberikan bersamaan sulfonamid; obat antiaritmia misalnya, mexiletine, flecainide.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dolones ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).