Pengertian

Domet adalah obat mual yang mengandung domperidone. Domperidone merupakan obat golongan antiemetik yang dapat meredakan rasa mual, muntah, gangguan perut, rasa tidak nyaman akibat kekenyangan, serta refluks asam lambung (GERD). Domperidone bekerja dengan cara mempercepat proses pencernaan makanan di dalam lambung agar lanjut ke usus. Dengan begitu, rasa mual dapat dihentikan. Domet tersedia dalam 2 macam yaitu tablet dan sirup.

Keterangan

  1. Domet Sirup
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiemetik.
    • Kandungan: Domperidone 5mg/5mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 60 mL.
    • Farmasi: PT Hexpharm Jaya.
  2. Domet Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Antiemetik.
    • Kandungan: Domperidone 10 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: PT Hexpharm Jaya.

Kegunaan

Domet diindikasikan untuk mengobati mual dan muntah akut, mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu, pengobatan gejala dispepsia fungsional. Pemberian pada anak-anak digunakan untuk mual dan muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Resep Dokter.

Dispepsia fungsional (sakit perut tanpa adanya luka/ulkus):
Dewasa: 10 - 20 mg 3 kali sehari dan 10 – 20 mg sekali sebelum tidur malam tergantung respons klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu

Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin):
Dewasa (termasuk usia lanjut): 10 – 20 mg sehari, interval waktu 4 - 8 jam.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu sakit kepala, kantuk, akatisia (penyakit degeneratif), diare, ruam, pruritus (rasa gatal), pembesaran payudara, nyeri payudara, galaktorea (terlalu banyak prolaktin), amenore (tidak haid)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Domet pada penderita yang hipersensitif terhadap domperidone, anak-anak (kecuali untuk mencegah mual dan muntah sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi), penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise (kemunculan tumor jinak di kelenjar hipofisis) yang mengeluarkan prolaktin.

Interaksi Obat:
Dapat menjadi antagonis hipoprolaktinemik bromokriptin. Dapat menjadi antagonis efek prokinetik dengan analgesik opioid dan antimuskarinik. Berpotensi Fatal: Efek aditif dengan obat lain yg memperpanjang interval QT. Inhibitor CYP3A4 yang poten (ketoconazole, erythromycin atau ritonavir) dapat meningkatkan kadar serum domperidone dan selanjutnya meningkatkan risiko perpanjangan QT.