Pengertian

Dopamet merupakan obat yang mengandung metildopa. Dopamet merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Mekanisme kerja Dopamet adalah dengan cara mengendurkan pembuluh darah akibatnya darah dapat mengalir dengan lancar, jika darah mengalir dengan lancar maka tekanan darah dalam tubuh berangsur akan menurun.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Hipertensi
  • Kandungan : Metildopa 250 mg
  • Bentuk : Tablet
  • Satuan Penjualan : Strip @ 10 Tablet
  • Kemasan : Strip
  • Farmasi : Actavis.

Kegunaan

Dopamet dapat digunakan untuk mengobati hipertensi.

Dosis & Cara Penggunaan

Dopamet merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan dopamet juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: Dosis awal 250 mg, di minum tiga kali selama 2 hari, Dosis pemeliharaan: di berikan dosis 500-2000 mg per hari, maksimal 3000 mg per hari.
  • Anak-anak usia < 12 tahun: Dosis awal 10 mg/kgBB atau 300 mg/m2 per hari, di bagi menjadi 2-4 dosis terbagi. Dosis maksimal 65/kgBB atau 2000 mg/m2 - 3000 mg/m2
  • Lansia: Dosis awal: di berikan dosis 125 mg, di minum 2 kali sehari. Dosis maksimal 2000 mg per hari.

Efek Samping

  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Ruam.
  • Impotensi
  • Menurunkan libido (pria).
  • Mual dan muntah
  • Mulut kering dan lemas.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas pada metildopa
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit hipotensi.

Interaksi Obat
Metildopa jika dikonsumsi dengan obat-obatan simpatomimetik (efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin, dll) dan golongan obat anti depresan akan menghambat efek hipotensi dari metildopa

Keamanan Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dopamet ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).