Pengertian

Dotur merupakan antibiotik berbentuk tablet yang diproduksi oleh Novartis Indonesia. Obat ini mengandung Doxycycline yang digunakan untuk mengobati leptospirosis (infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans), mencegah malaria, periodontitis (infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi), demam tifus yang kambuh, uretritis (infeksi uretra) Nongonococcal, penyakit menular seksual, gonore (infeksi kelamin) yang tanpa komplikasi, Epididymoorchitis (peradangan akut pada testis), serangan akut malaria, dan sifilis (infeksi menular seksual). Mekanisme kerja obat ini adalah dengan menghambat sintesis protein sehingga menghambat pertumbuhan bakteri.

Keterangan

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Doxycycline HCI 100 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Novartis Indonesia

Kegunaan

Dotur digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dotur merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan dotur juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Sipilis
    • Dewasa: 3 tablet setiap hari dalam dosis terbagi untuk setidaknya 10 hari.
  • Infeksi yang rentan
    • Dewasa
      2 tablet sebagai dosis tunggal atau 2 kali sehari pada hari pertama, kemudian 1 tablet sekali sehari. Infeksi berat: 2 tablet setiap hari.
    • Anak dengan berat badan <45 kg: 4,4 mg / kg berat badan dalam 2 dosis terbagi pada hari pertama, 2,2 mg / kg berat badan. Untuk infeksi berat: 2,2 mg / kg berat badan setiap 12 jam
    • Anak dengan berat badan ≥45 kg: Sama seperti dosis dewasa.
  • Epididimoorkitis
    • Dewasa: Infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae 1 tablet diminum 2 kali sehari untuk setidaknya 10 hari.
  • Uretritis nongonokokal, penyakit menular seksual, gonore yang tidak rumit
    • Dewasa: 1 tablet diminum 2 kali sehari selama 7 hari.
  • Leptospirosis
    • Dewasa: Pencegahan: 2 tablet diminum seminggu sekali selama masa inap, kemudian 2 tablet pada hari terakhir perjalanan.
  • Pencegahan malaria
    • Dewasa: 1 tablet diminum setiap hari, di mulai 1-2 hari sebelum bepergian ke daerah malaria, dilanjutkan setiap hari selama tinggal dan selama 4 minggu setelah meninggalkan daerah malaria.
    • Anak usia ≥12 tahun, dengan berat badan <45 kg: 2,2 mg / kg berat badan, diminum sekali sehari
    • Anak dengan berat badan ≥45 kg: Sama seperti dosis dewasa.

Efek Samping

  • Stomatitis (inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut)
  • Mual, muntah
  • Diare
  • Pencernaan yang terganggu
  • Sakit perut
  • Pankreatitis
  • Arthralgia (nyeri sendi)
  • Mialgia (nyeri otot)
  • Tinnitus (bunyi berdenging pada telinga)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Dotur pada pasien:

  • Diketahui hipersensitif terhadap doksisiklin dan congener tetrasiklin lainnya.
  • Anak-anak usia <8 tahun (kecuali untuk antraks).
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Penggunaan bersamaan methoxyflurane.

Interaksi Obat:

  • Risiko pseudotumour cerebri jika diberikan bersamaan dengan isotretinoin.
  • Risiko perdarahan jika diberikan bersamaan dengan kontrasepsi oral.
  • Waktu protrombin yang lama jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan (misalnya: Warfarin).
  • Mengurangi paparan jika diberikan bersamaan dengan antasida yang mengandung Al, Ca atau Mg, Zn, Garam Fe, sediaan bismut, carbamazepine, fenobarbital, fenitoin, dan primidon.
  • Dapat mengganggu aksi bakterisida penisilin.
  • Obat-obatan yang menginduksi enzim hati (misalnya: Rifampisin) dapat menurunkan paruh doksisiklin.
  • Berpotensi Fatal: Penggunaan bersamaan dengan metoksifluran dapat menyebabkan toksisitas ginjal.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dotur ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).