Pengertian

Doxorubicin digunakan untuk terapi berbagai macam jenis kanker seperti leukemia akut, kanker payudara, kanker tulang dan ovarium. Obat kanker ini diberikan dengan cara injeksi ke dalam pembuluh darah. Mekanisme kerja dari doxorubicin menghambat enzim topoisomerase II sehingga menghambat proses pembelahan sel kanker dan pembentukan DNA. Obat kanker ini mampu terdistribusi ke dalam jaringan termasuk paru-paru, hati, jantung, limpa dan ginjal. Mampu melintasi plasenta dan bisa memasuki air susu ibu.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik
  • Kandungan: Doxorubicin 10 mg/5mL; Doxorubicin 50 mg/25mL.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 5 mL; Vial @ 10 mL
  • Farmasi: Dankos Farma; Sanbe Farma.

Kegunaan

Doxorubicin diindikasikan untuk terapi pengobatan leukemia akut, tumor Wilm, neuroblastoma, sarkoma jaringan lunak dan tulang, kanker payudara, kanker ovarium, kanker kandung kemih (sel transisional), kanker tiroid, kanker paru, kanker lambung, limfoma (kanker kelenjar getah bening).

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Dosis orang dewasa untuk kanker: Ketika digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan kemoterapi lainnya, penggunaan dosis doxorubicin paling umum sebanyak 40-60 mg/m2 IV setiap 21-28 hari. Pilihan lain, 60-75 mg/m2 IV sekali setiap 21 hari. Dosis lebih rendah disarankan pada pasien dengan cadangan sumsum tulang tidak memadai karena usia lanjut, terapi sebelumnya, atau infiltrasi sumsum tulang neoplastik.
  • Dosis orang dewasa untuk multiple myeloma (dalam kombinasi dengan agen kemoterapi lainnya sebagai bagian regimen VAD): 8 mg/m2/hari IV infus berkelanjutan pada hari pertama sampai hari ke-4.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu kulit terasa sakit, terbakar, iritasi, atau berubah warna di tempat pemberian suntikan, napas terasa pendek, walaupun tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga, bengkak, berat badan bertambah dengan sangat cepat (terutama pada wajah dan perut), mual, sakit perut atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, kotoran berwarna tanah liat, sakit kuning, detak jantung cepat, lambat, atau tidak teratur, cemas, berkeringat, napas sangat pendek, mendesah, terengah-engah, nyeri dada, batuk mendadak, batuk dengan lendir berbusa, napas sangat cepat, batuk darah.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Doxorubicin 10 mg/5mL pada pasien yang mengalami mielosupresi (menekan produksi darah), penyakit jantung, telah mendapat dosis kumulatif maksimum anthracycline, hipersensitif, kehamilan.

Interaksi Obat:
Doxorubicin dapat berinteraksi dengan sejumlah obat lain seperti antibiotik (aminoglikosida), steroid, aminofilin, dan propranolol. Berpotensi Fatal: Kolestasis yang diinduksi oleh mercaptopurine dapat diperkuat dengan pemberian obat secara bersamaan. Toksisitas dapat meningkat jika streptozocin diberikan bersamaan.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Doxorubicin ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).