Pengertian

Dramamine merupakan obat berbentuk tablet yang mengandung dimenhydrinate. Dramamine digunakan untuk mencegah dan mengatasi mabuk perjalanan dan mengobati vertigo, mual atau muntah yang berhubungan dengan terapi elektrosyok (suatu jenis pengobatan untuk gangguan jiwa dengan menggunakan aliran listrik yang dialirkan ke tubuhnya), anestesi (obat bius) dan pembedahan, sakit akibat radiasi. Dramamine bekerja dengan cara menghambat stimulasi saraf-saraf tertentu dalam otak dan telinga bagian dalam, dengan tujuan menekan rasa mual, muntah, mabuk, dan vertigo.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antivertigo dan antiemetik
  • Kandungan: Dimenhydrinate 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Taisho Pharmaceutical Indonesia 

Kegunaan

Dramamine merupakan obat yang digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri serta menurunkan demam.

Dosis & Cara Penggunaan

Dramamine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan dramamine juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Dewasa: 1-2 tablet, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia > 12 tahun: 1 tablet, diminum 2-3 kali sehari
  • Anak usia 8-12 tahun: ½ -1 tablet, diminum 2-3 kali sehari
  • Anak usia 6-8 tahun: ¼ -½ tablet, diminum 2-3 kali sehari.
  • Pencegahan mabuk perjalanan :Dosis awal diberikan 30 menit sebelum bepergian.

Efek Samping

Dapat menyebabkan kantuk, sakit kepala, pandangan kabur, kesulitan untuk menelan.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap Dimenhydrinate.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dramamine ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).