Pengertian

Droxal merupakan sediaan Kapsul dan Sirup Kering yang mengandung zat aktif cefadroxil, obat ini termasuk dalam antibiotik golongan sefalosporin yang digunakan untuk membantu mengobati berbagai macam infeksi bakteri (misalnya, radang tenggorokan, kulit dan infeksi saluran kemih). Droxal atau cefadroxil bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri dan dengan cara mengganggu pembentukan dinding sel, sehingga menyebabkan kematian bakteri. Penggunaan yang berlebihan pada penggunaan antibiotik apapun dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Keterangan

  • Droxal Sirup Kering:
  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antibiotik
  • Kandungan: Cefadroxil
  • Bentuk: Suspensi
  • Kemasan: Botol
  • Satuan Penjualan: Botol @ 60 ML
  • Farmas: Gracia pharmindo.
  • Droxal Kapsul:
  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antibiotik
  • Kandungan: Cefadroxil 500 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: 1 Strip @ 10 Kapsul.
  • Farmas: Gracia pharmindo.
  • Droxal Forte:
  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Antibiotik
  • Kandungan: Cefadroxil 250 mg/5 mL.
  • Bentuk: Sirup Kering.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 ml
  • Farmas: Gracia pharmindo.

Kegunaan

Droxal merupakan obat yang bekerja sebagai antibiotik yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis dan Cara Penggunaan:
Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu pembelian obat ini harus dengan Resep Dokter:

- Dewasa 1-2 g sehari dalam 2 dosis terbagi.
- Infeksi saluran kemih lainnya 2 g sehari dalam 2 dosis terbagi.
- Infeksi kulit dan jaringan lunak 1 g sehari.
- Infeksi saluran nafas atas dan bawah 1 g sehari, dapat ditingkatkan sampai 2 g sehari pada infeksi berat.
- Faringitis dan tonsilitis 1 g sehari dalam dosis terbagi selama 10 hari.
- Anak 25-50 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi.

Efek Samping

Efek samping:
Efek samping yang mungkin saja terjadi pada penggunaan Droxal:
Dispepsia (nyeri perut bagian atas)
Gangguan saluran cerna, hipersensitif, demam, mual, muntah.

Konteraindikasi:
Hindari penggunaan obat ini pada pasien yan memiliki indikasi alergi terhadap sefalosporin.

Intraksi obat :
1. Penggunaan bersamaan dengan antibiotik bakteriostatik (misal. Tetrasiklin, eritromisin, sulfonamid, kloramfenikol) dapat menyebabkan efek antagonistik.
2. Dapat mempotensiasi efek nefrotoksik dari antibiotik aminoglikosida, polimiksin B, colistin atau diuretik loop dosis tinggi.
3. Dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis vit K. Dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid dan Na picosulfate.
4. Dapat mengurangi efek kontrasepsi oral.
5. Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
6. Mengurangi bioavailabilitas dengan colestyramine.

Katagori kehamilan:
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Droxal ke dalam kategori B dengan penjelasan sebagai berikut: “Studi pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada studi terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester berikutnya).” Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat yang mengandung Cefadroxil selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter.