Pengertian

Dulcolax Tablet merupakan sediaan obat yang mengandung Bisacodyl, obat ini digunakan untuk mengatasi konstipasi (sulit buang air besar/sembelit) dengan cara merangsang otot-otot usus besar untuk mengeluarkan kotoran. Konstipasi adalah kondisi yang membuat frekuensi buang air besar kita menjadi di bawah normal atau jarang (kurang dari tiga kali per minggu) dan tekstur tinja keras. Penyebab konstipasi bisa bermacam-macam, diantaranya akibat kita kurang minum air, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, suka menahan buang air besar, dan kurang olah raga. Selain itu, konstipasi juga bisa disebabkan oleh efek samping konsumsi obat pereda rasa sakit dan kehamilan.

Keterangan

  1. Dulcolax Tablet
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Laksatif.
    • Kandungan: Bisacodyl 20 mg
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 4 Tablet; Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia
  2. Dulcolax Suppositoria:
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Laksatif.
    • Kandungan: Bisacodyl 10 mg; Bisacodyl 5 mg.
    • Bentuk: Suppositoria.
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 6 Suppositoria; Strip @ 5 Suppositoria.
    • Farmasi: Boehringer Ingelheim Indonesia.

Kegunaan

Dulcolax adalah obat yang digunakan untuk mengatasi konstipasi.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Dulcolax Tablet:
Dewasa: 5-10 mg pada malam hari, hingga 20 mg dapat diberikan seperlunya.
Anak: 4-10 tahun 5 mg di malam hari.
Anak > 10 tahun Sama dengan dosis dewasa.

Aturan penggunaan Dulcolax Suppositoria:
Dewasa: Sebagai suppositoria atau enema: 10 mg di pagi hari.
Anak: ≤10 tahun 5 mg di pagi hari.
Anak > 10 tahun Sama dengan dosis dewasa.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan obat ini, antara lain:
1. Ketidaknyamanan perut (Kolik, kram).
2. Diare.
3. Gangguan elektrolit.
4. Mual.
5. Vertigo.
6. Muntah.
7. Haematochezia; iritasi dan proktitis (dubur).
Jarang, reaksi hipersensitivitas (misalnya Angioedema, reaksi anafilaktoid).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Kondisi perut akut (Usus buntu, penyakit radang usus usus).
  • Obstruksi usus, ileus, dehidrasi parah, nyeri perut hebat yang berhubungan dengan mual dan muntah.
  • Adanya fisura anus atau kolitis ulserativa dengan kerusakan mukosa (dubur).

Interaksi Obat:

  • Risiko dispepsia dan iritasi lambung dengan antasid.
  • Peningkatan risiko ketidakseimbangan elektrolit dengan diuretik atau adreno-kortikosteroid.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dulcolax ke dalam Kategori C :
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.