Pengertian

Dumocycline merupakan antibiotik yang diproduksi oleh Actavis. Obat ini mengandung Tetracycline hydrochloride yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan, sifilis (infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum), gonore (penyakit menular seksual yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae), brucellosis (penyakit yang di sebabkan oleh bakteri oleh bakteri Brucella), serta mengatasi jerawat. Dumocycline bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri. Penggunaan Dumocycline harus sesuai dengan resep Dokter dan harus dihabiskan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Tetracycline hydrochloride 250 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 20 Kapsul
  • Farmasi: Actavis Indonesia

Kegunaan

Dumocycline digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang rentan, sifilis, gonore (penyakit menular seksual), brucellosis.

Dosis & Cara Penggunaan

Dumocycline merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan dumocycline juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Infeksi bakteri yang rentan
    Dewasa: 1-2 kapsul, diberikan setiap 6 jam. Maksimal: 4 g/hari.
    Anak usia ≥12 tahun: Makasimal: 2 g setiap hari.
  2. Jerawat
    Dewasa: 1-2 kapsul setiap hari, diberikan dalam dosis tunggal atau terbagi, setidaknya selama 3 bulan.
  3. Sipilis
    Dewasa: 2 kapsul, diminum 4 kali sehari selama 15 hari.
  4. Brucellosis
    Dewasa: 2 kapsul, diminum 4 kali sehari selama 3 minggu dan di kombinasikan dengan streptomisin.
  5. Gonorea
    Dewasa: 2 kapsul, diminum 4 kali sehari selama 7 hari.

Efek Samping

  • Mual, muntah
  • Diare
  • Perubahan warna gigi permanen
  • Ruam
  • Perubahan warna kuku
  • Gatal biduran
  • Nyeri sendi
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Dumocycline pada pasien:

  • Di ketahui hipersensitif terhadap salah satu tetrasiklin.
  • Penderita gangguan ginjal berat.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan metoksifluran, vit A atau retinoid.
  • Wanita menyusui

Interaksi Obat:

  1. Gangguan absorpsi jika diberikan bersamaan dengan antasid yang mengandung kation divalen dan trivalen (misalnya: Al, Ca, Mg), Fe, Zn dan Na bikarbonat sediaan, kaolin-pektin, bismut subsalisilat, sukralfat, strontium ranelate, colestipol dan colestyramine.
  2. Dapat mengganggu efek bakterisidal jika diberikan bersamaan dengan penisilin.
  3. Dapat mempotensiasi efek antikoagulan.
  4. Dapat menurunkan kemanjuran kontrasepsi oral.
  5. Efek nefrotoksik dapat diperburuk oleh diuretik atau obat nefrotoksik lainnya.
  6. Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea pada penderita diabetes melitus.
  7. Dapat meningkatkan efek toksik dari alkaloid ergot dan metotreksat.
  8. Berpotensi Fatal: Metoksifluran secara bersamaan dapat menyebabkan toksisitas ginjal yang fatal. Meningkatkan risiko hipertensi intrakranial jinak jika diberikan bersamaan dengan vit A atau retinoid (misalnya: Acitretin, isotretinoin, tretinoin).


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dumocycline ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).