Pengertian

Duphaston merupakan obat berbentuk tablet yang mengandung Dydrogesterone. Duphaston digunakan untuk mengobati sindroma premenstruasi, infertilitas (kemandulan), terapi pengganti hormon, mengobati pasien yang terancam aborsi, aborsi habitualis (keguguran yang berturut-turut pada 3 kehamilan atau lebih), amenore (tidak haid), perdarahan fungsional, dismenore (nyeri sewaktu haid), endometriosis (keadaan terdapatnya jaringan serupa selaput lendir rahim di luar rongga rahim).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Estrogen, Progesteron, dan Obat Sintetis Terkait
  • Kandungan: Dydrogesterone 10 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Abbott Indonesia

Kegunaan

Duphaston digunakan untuk mengobati sindroma premenstruasi, infertilitas (kemandulan), terapi pengganti hormon, mengobati pasien yang terancam aborsi, aborsi habitualis, endometriosis.

Dosis & Cara Penggunaan

Duphaston merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan duphaston juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Terapi penggantian estrogen: 1 tablet setiap hari selama 10-12 hari / bulan. 2 tablet setiap hari selama 10-12 hari / bulan pada perdarahan yang tidak dapat diterima.
  • Kekurangan progesteron
    Dysmenore primer: 1 tablet, diminum dua kali sehari pada hari ke 5 - 25 dari siklus menstruasi atau terus menerus.
  • Endometriosis: 1 tablet, diminum dua kali sehari pada hari ke 5 - 25 siklus menstruasi.
  • Estrogen amenore sekunder sendiri pada hari pertama-25 siklus, kemudian tambahkan 1 tablet Duphaston, diminum dua kali sehari pada hari 11-25.
  • Perdarahan uterus abnormal karena ketidakseimbangan hormon tanpa patologi organik, misalnya: Fibroid submukosa atau kanker rahim: 1-2 tablet, diminum 1-2 kali sehari selama 5-10 hari. Untuk mencegah perdarahan lebih lanjut: 1-2 tablet, diminum 1 atau 2 kali sehari pada hari 11 - 25 siklus menstruasi dan diulang secara siklis sesuai kebutuhan.
  • Sindrom pramenstruasi: 1 tablet, diminum dua kali sehari sejak hari 12-26 siklus.
  • Aborsi yang terancam: Mula-mula 4 tablet, dosis selanjutnya diberikan 1 tablet setiap 8 jam sampai gejala timbul.
  • Abortus yang berulang: 1 tablet, diminum dua kali sehari pada hari ke 11 - 25 dari siklus dengan pemberian terus menerus setelah konsepsi. Lanjutkan sampai minggu ke-20 kehamilan, kemudian kurangi dosis secara bertahap. Perawatan harus dimulai sesegera mungkin, sebaiknya sebelum konsepsi.
  • Infertilitas akibat insufisiensi luteal: 1 tablet, diminum dua kali sehari pada hari ke 11 - 25 dari siklus, kemudian berlanjut untuk setidaknya 6 siklus berturut-turut.

Efek Samping

  • Pendarahan
  • Perubahan menstruasi
  • Edema (bengkak)
  • Perubahan berat

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Duphaston pada pasien:

  • Di ketahui hipersensitif.
  • Pendarahan vagina abnormal yang tidak terdiagnosis
  • Wanita yang menggunakan estrogen untuk mencegah hiperplasia endometrium
  • Tromboflebitis atau gangguan tromboemboli
  • Memiliki riwayat serebrovaskular atau CAD
  • Diketahui atau diduga karsinoma payudara / organ genital
  • Penyakit hati atau disfungsi
  • Riwayat ikterus kolestatik atau pruritus selama kehamilan
  • Riwayat herpes pada kehamilan
  • Anemia sel sabit
  • Tumor hati jinak atau ganas selama pengobatan kontrasepsi oral.