Pengertian

Edorisan merupakan sediaan sirup yang mengandung zat aktif Pseudoephedrine. Edorisan diindikasikan untuk meredakan gejala hidung tersumbat dan sinus akibat infeksi atau penyakit pernafasan lainnya (seperti alergi serbuk bunga, alergi biasa, bronkitis). Pseudoephedrine adalah zat dekongestan atau obat yang meringankan hidung tersumbat. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
  • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek.
  • Kandungan: Pseudoephedrine HCl 7.5 mg/ 0.8 mL.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol Tetes.
  • Kemasan: Botol Tetes @ 15 mL.
  • Farmasi: Sanbe Farma.

Kegunaan

Edorisan digunakan untuk mengurangi hidung tersumbat.

Dosis & Cara Penggunaan

Aturan penggunaan Edorisan:
- Anak 2-5 tahun 0.8 mL 3 kali sehari.

Efek Samping

Semua obat pasti memiliki Efek samping, namun tidak semua orang akan mengalami efek samping dari penggunaaan obat tersebut. Adapun efek samping dari penggunaan obat Edorisan:

  1. Gelisah.
  2. Mual dan muntah.
  3. Sulit tidur.
  4. Sakit kepala.


Kontraindikasi:
Pasien yang memilki riwayat hipertensi, penyakit jantung iskemik, gangguan ginjal berat, diabetes mellitus, bersamaan atau dalam 14 hari penggunaan MAOI.

Interaksi Obat

  1. Peningkatan aktivitas alat pacu jantung ektopik dapat terjadi ketika diberikan dengan digitalis.
  2. Dapat mengurangi efek farmakologis agen antihipertensi yang mengganggu aktivitas simpatis (misal. Reserpin, metildopa).
  3. Peningkatan penyerapan dengan aluminium hidroksida.
  4. Efek meningkat dengan doxapram dan oksitosin.
  5. Penurunan efek terapeutik dengan antipsikotik.
  6. Mengurangi tingkat penyerapan dengan kaolin.
  7. Dapat meningkatkan efek antidepresan trisiklik.
  8. Dapat meningkatkan efek vasokonstriktor dari alkaloid ergot.


Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Edorisan ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.