Pengertian

Eliquis adalah sediaan dengan kandungan apixaban yang berfungsi untuk memblokir aktivitas zat pembekuan tertentu dalam darah. Eliquis digunakan untuk menurunkan risiko stroke atau gumpalan darah pada orang dengan gangguan irama jantung yang disebut fibrilasi atrium. Eliquis juga digunakan untuk menurunkan risiko pembentukan gumpalan darah di kaki dan paru-paru orang yang baru saja menjalani operasi penggantian pinggul atau lutut. Eliquis digunakan untuk mengobati pembekuan darah di pembuluh darah kaki (deep vein thrombosis) atau paru-paru (pulmonary embolism), dan menurunkan risiko terjadinya lagi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikoagulan, Antiplatelet dan Fibrinolitik (Trombolitik)
  • Kandungan: Apixaban 2.5 mg;¬†Apixaban 5 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Pfizer Indonesia

Kegunaan

Eliquis di gunakan unt mencegah kejadian tromboemboli vena (penggumpalan darah pada satu atau lebih pembuluh darah vena) pada pasien dewasa yang harus menjalani operasi elektif penggantian tulang panggul atau lutut.

Dosis & Cara Penggunaan

Eliquis merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan eliquis juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita

Pencegahan tromboemboli vena (VTE):
Operasi penggantian panggul atau lutut elektif 2.5 mg peroral 2 x perhari. Dosis awal: 12 sampai 24 jam pasca operasi. Lama terapi yang dianjurkan: Operasi penggantian tulang panggul 32 sampaii 38 hari. Operasi penggantian lutut 10-14 hari. Jika jadwal pemberian dosis obat terlewat, pasien harus mengonsumsi Eliquis segera dan selanjutnya mengonsumsi 2 kali perhari sebagaimana dosis sebelumnya.

Efek Samping

  • Anemia (anemia pasca operasi dan anemia hemoragik)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit darah kurang dari normal)
  • Hipersensitivitas
  • Perdarahan okuler (termasuk perdarahan konjungtiva)
  • Perdarahan (hematoma dan perdarahan vagina dan uretra)
  • Hipotensi (termasuk hipotensi postural)
  • Epistaksis
  • Hemoptisis
  • Mual
  • Perdarahan saluran cerna (termasuk hematemesis dan melena)
  • Hematokezia
  • Peningkatan transaminase
  • Perdarahan otot
  • Hematuria (termasuk parameter lab)
  • Perdarahan pasca tindakan medis.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap komposisi dari elquis.
  • Tidak boleh di berikan penderita perdarahan aktif yang signifikan secara klinis.
  • Tidak boleh di berikan pada penderita penyakit hati yang berhubungan dengan koagulopati dan risiko perdarahan yang relevan secara klinis.

Interaksi Obat:

  • Paparan terhadap apixaban 2 kali lipat meningkat jika di berikan bersamaan dengan penghambat kuat CYP3A4 dan P-gp (misalnya antimikotik azol).
  • Kadar dalam plasma menurun sebesar 50% jika di berikan bersamaan dengan penginduksi kuat CYP3A4 dan P-gp seperti rifampin, fenitoin, karbamazepin, fenobarbital atau St John's wort.
  • Jika di berikan bersamaan dengan enoxaparin akan menimbulkan efek aditif pada aktivitas anti-faktor Xa.
  • Risiko perdarahan meningkat jika di berikan bersamaan dengan obat anti inflamasi non steroid, asam asetil salisilat, penghambat agregasi platelet, atau obat antitrombotik lain.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Eliquis ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).