Pengertian

Emeran mengandung metoclopramide hydrochloride yang digunakan untuk meredakan mual dan muntah yang dapat disebabkan oleh migrain, prosedur bedah, kemoterapi, atau radioterapi. Emeran bekerja dengan cara mendorong makanan lebih cepat dari lambung ke usus sehingga dapat mengurangi rasa mual. Selain itu, Emeran juga dapat digunakan untuk mengobati pengosongan lambung yang lambat pada penderita diabetes (gastroparesis diabetes), yang dapat menyebabkan mual, muntah, mulas, kehilangan nafsu makan, dan perasaan kenyang setelah makan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vitamin
  • Kandungan: Metoclopramide 10 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 tablet salut selaput
  • Farmasi: Erlimpex

Kegunaan

Emeran digunakan untuk mengobati meredakan mual dan muntah yang dapat disebabkan oleh migrain, prosedur bedah, kemoterapi, atau radioterapi.

Dosis & Cara Penggunaan

Emeran merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan emeran juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena Dosis Penggunaan nya berbeda-beda setiap individu nya tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 3 x sehari 1 tablet.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin saja terjadi saat selama penggunaan Emeran yaitu
1. Sakit kepala.
2. Gelisah.
3. Rasa lelah.
4. Konstipasi.
5. Diare.
6. Sedasi.
7. Hipotensi.

Kontraindikasi:
Jangan diberikan pada pasien epilepsi, dan perdarahan saluran pencernaan.

Interaksi obat :
1. Dapat menurunkan efek dari obat digoxin.
2. Dapat meningkatkan efek dari obat siklosporin.
3. Dapat mengurangi konsentrasi atovaquone dalam plasma.

Katagori kehamilan :
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Emeran ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).