Pengertian

Enbrel mengandung etanercept yang merupakan obat imunosupresif yang digunakan untuk menangani rheumatoid arthritis, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Rheumatoid arthritis adalah kondisi di mana sendi (lengan atau tungkai) mengalami peradangan kronis. Kondisi ini ditandai dengan Nyeri sendi, Sendi terasa kaku, Pembengkakan, kemerahan, dan muncul sensasi hangat pada sendi, Selain rheumatoid arthritis, etanercept juga digunakan untuk mengatasi ankylosing spondylitis dan psoriasis. Obat ini bekerja dengan cara menghambat zat alami tubuh yang menyebabkan sistem imun secara salah menyerang sel tubuh yang sehat.

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Inflamasi
  • Kandungan : Etanercept 50 mg/mL
  • Bentuk : Cairan Injeksi
  • Satuan penjualan : Prefilled syringe 
  • Kemasan : Prefilled syringe  @ 1 mL
  • Farmasi : Pfizer Indonesia

Kegunaan

Enbrel digunakan untuk penderita nyeri sendi, sendi terasa kaku, pembengkakan, kemerahan, dan muncul sensasi hangat pada sendi, selain rheumatoid arthritis, etanercept juga digunakan untuk mengatasi ankylosing spondylitis dan psoriasis.

Dosis & Cara Penggunaan

Enbrel merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan enbrel juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan enbrel injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dewasa 18-64 tahun 25 mg 2 x perminggu secara Sub kutan (disuntikan dibawah kulit)

Efek Samping

Efek samping yang terjadi jika menggunakan enbrel injeksi adalah Mual ringan, muntah, diare ringan, nyeri perut ringan. Meler atau hidung tersumbat, gejala flu. Sakit kepala.

Kontraindikasi
Pasien yang mempunyai riwayat hipersensitifitas pada komposisi enbrel dan pasien yang memiliki riwayat hepatitis A dan B.

Interaksi obat

  1. Suldasalazine dapat menurunkan sel darah putih.
  2. Siklopasmadim dapat memperburuk kondisi kulit.
  3. Vaksin MMR dapat diturunkan aktivitasnya jika dikonsumsi bersamaan dengan enbrel.
  4. Menurunkan kadar sel darah putih, jika digunakan dengan sulfasalazine.
  5. Memperburuk kondisi kulit, jika digunakan dengan cyclophosphamide.
  6. Menurunkan efektivitas vaksin yang dibuat dari virus yang dilemahkan, misalnya vaksin MMR atau cacar air.


Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan enbrel ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).