Pengertian

Endoxan mengandung cyclophosphamide adalah obat kemoterapi untuk mengatasi beberapa jenis kanker. Di Indonesia, obat ini tersedia dalam bentuk suntikan, sehingga penggunaannya hanya boleh dilakukan oleh dokter, atau oleh tenaga medis dalam pengawasan dokter. Jenis kanker yang penanganannya menggunakan cyclophosphamide antara lain kanker payudara, kanker darah, kanker ovarium, limfoma (kanker pada kelenjar limfa), neuroblastoma (kanker pada kelenjar adrenal), dan retinoblastoma (kanker pada retina). Selain digunakan untuk menangani kanker, cyclophosphamide juga digunakan untuk mengobati sindrom nefrotik (kerusakan ginjal akibat protein tinggi).

Keterangan

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Anti Kanker
  • Kandungan : Cyclophosphamide 1 gram; Cyclophosphamide 500 mg; Cyclophosphamide 200 mg.
  • Bentuk : Serbuk Injeksi
  • Satuan penjualan : Vial
  • Kemasan : Vial @ 1000 mg ; 500 mg dan 200 mg
  • Farmasi : Menarini Indira Laboratories

Kegunaan

Endoxan merupakan obat kanker untuk mengobati kanker payudara, kanker darah, kanker ovarium, limfoma (kanker pada kelenjar limfa), neuroblastoma (kanker pada kelenjar adrenal), dan retinoblastoma (kanker pada retina) serta sindrom nefrotik (kerusakan ginjal akibat protein tinggi).

Dosis & Cara Penggunaan

Endoxan merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan endoxan juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan endoxan injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Dosis awal: 3-6 mg/kgBB/hari
  • Terapi internitten secara besar-besaran: 10-15 mg/kgBB/hari dengan interval bebas 2-5 hari.
  • Terapi intermiten masif dengan 20-40 mg/kgBB/hari dengan interval bebas terapi 21-28 hari.

Efek Samping

  1. Gangguan GI (Gangguan pencernaan)
  2. Alopesia (Kebotakan)
  3. Depresi retikulo-endotelial (kelenjar tanpa saluran yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi sebagai penghancur sel darah merah tua)
  4. Hematuria (Adanya darah di dalam urine)
  5. Amenore reversibel (gangguan menstruasi)
  6. Azoosperma (Pria tidak mampu ejakulasi)
  7. Kerusakan miokardium (penyumbatan otot jantung) pada dosis yang tinggi.
  8. Pigmentasi
  9. Makrositosis (Pembesaran sel darah merah)
  10. Retensi air
  11. Menginduksi tjdnya hiperglikemia atau hipoglikemia
  12. Risiko keganasan sekunder.


Kontraindikasi

  1. Pasien yang mempunyai gangguan berat pada fungsi sumsum tulang (terutama pada pasien yang menjalani pra terapi dengan obat sitotoksik & ampul atau radioterapi)
  2. Sistitis (Peradangan kandung kemih)
  3. Obstruksi aliran keluar urin (Penyumbatan aliran urin)
  4. Infeksi aktif
  5. Hamil & laktasi (Menyusui)


Interaksi Obat

  1. Endoxan jika dikonsumsi bersama dengan sulfonilurea maka efek hipoglikemik akan diperkuat.
  2. Endoxan jika dikonsumsi dengan alupurinol dapat meningkatkan insiden depresi sumsum tulang.


Kategori Kehamilan :

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan endoxan ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).