Pengertian

Enkacort merupakan obat topikal yang mengandung Hidrokortison asetat dan digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit seperti: gigitan serangga, racun, eksim dermatitis (peradangan), alergi, ruam, gatal pada alat kelamin wanita luar, gatal dubur. Hidrokortison mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan. Obat ini termasuk dalam golongan obat kortikosteroid ringan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Topikal Kortikosteroid.
  • Kandungan: Hidrokortison 1 gram; Hidrokortison 2.5 gram.
  • Bentuk: Krim. 
  • Satuan Penjualan: Tube.
  • Kemasan: Tube 5 Gram; Tube 10 Gram.
  • Farmasi: Kimia farma.

Kegunaan

Enkacort digunakan untuk mengobati gigitan serangga, racun, eksim dermatitis (peradangan), alergi, ruam, gatal pada alat kelamin wanita luar, gatal dubur.

Dosis & Cara Penggunaan

Enkacort merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan enkacort juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis dewasa: 0.1-2.5%. Oleskan tipis 1 x sehari ke area yang sakit.

Efek Samping

  1. Atropi Kulit (kerusakan jaringan kulit).
  2. Iritasi lokal.
  3. Folikulitis (peradangan yang terjadi pada folikel rambut atau tempat rambut tumbuh yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri).
  4. Hipertrikosis (pertumbuhan rambut yang tidak normal).

 

Kontraindikasi
Pasien yang sedang mengalami infeksi virus atau jamur, lesi tuberkular (kerusakan jaringan diparu-paru), silifis (infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum), dan pasien yang sedang menjalani terapi kemoterapi.

Interaksi Obat:

  1. Tiazid dapat meningkatkan hiperglikemia dan hipokalemia yang disebabkan oleh kortikosteroid.
  2. Peningkatan kejadian ulkus peptikum atau perdarahan gastrointenstinal dengan Nonsteroid Antiinflamasi (NSAID).
  3. Etanol dapat meningkatkan iritasi mukosa lambung.
  4. Carbamazepine, phenytoin, primidone, barbiturat dan rifampisin dapat mengurangi efek terapi.
  5. Estrogen atau kontrasepsi oral dapat meningkatkan efek samping.