Pengertian

Epirubicin adalah obat untuk mengobati kanker payudara. Cara kerja epirubicin adalah dengan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker. Obat ini termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai anthracyclines. Epirubicin juga dapat digunakan untuk mengobati kanker lainnya, seperti kanker tulang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Kemoterapi Sitotoksik.
  • Kandungan: Epirubicin 10 mg/5 mL, Epirubicin 50 mg/25 mL.
  • Bentuk: Vial.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 5 mL dan Vial 25 mL.
  • Kemasan: Farmasi: PT Kalbe Farma.

Kegunaan

Untuk mengobati Kanker payudara, limfoma maligna, sarkoma jaringan lunak, kanker lambung.

Dosis & Cara Penggunaan

Dosis umum: 60-90 mg/m2.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi yaitu mielosupresi (menekan produksi darah), gangguan fungsi jantung, alopesia (kebotakan), mual-muntah, stomatitis (peradangan pada mulut, seperti sariawan), hiperpireksia (suhu tubuh melebihi 41 derajat celcius).

Kontraindikasi
Epirubicin sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi dibawah ini:
1. Gangguan jantung
2. MI berat atau baru-baru ini
3. Dosis kumulatif penuh sebelumnya antrasiklin
4. Hipersensitivitas
5. Disfungsi hati berat
6. Tidak untuk penggunaan intravesikal di mana tumor invasif telah menembus dinding kandung kemih
7. Infeksi saluran kemih, peradangan kandung kemih atau masalah kateterisasi.
8. Ibu hamil
9. Ibu yang sedang menyusui

Interaksi Obat
1. Paclitaxel dan anthracyclines lainnya
2. Cimetidine
3. Heparin
4. Obat antineoplastik
5. Obat kardiotoksik
6. Radiasi
7. Obat hepatoaktif.

Kategori Kehamilan
Keamanan kehamilan menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Epirubicin ke dalam Kategori D : Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Penelitian pada hewan tidak selalu bisa dijadikan dasar keamanan pemakaian obat terhadap wanita hamil. Belum adanya penelitian klinis yang memadai dan terkendali dengan baik pada ibu hamil membuat pemakaian obat-obat seperti Epirubicin selama kehamilan tetap harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.