Pengertian

Erabutol Kaplet adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC), baik TB paru maupun TB ekstra paru. Erabutol Plus tablet mengandung kombinasi ethambutol + INH, obat anti tuberculosis, ditambah vitamin B6, untuk mengatasi efek samping berupa defisiensi pyridoxine akibat penggunaan INH.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Ethambutol 250 mg, INH 100 mg, vit.B6 6 mg
  • Bentuk : Kaplet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Pyridam

Kegunaan

Erabutol diindikasi untuk mengobati penyakit tuberculosis (TBC), baik TB paru atau TB extra paru.

Dosis & Cara Penggunaan

Erabutol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan erabutol juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa : 2-4 kaplet sehari.
Anak-anak : 15-20 mg Etambutol/kg berat badan/hari atau 10 mg INH/kg berat badan/hari.

Efek Samping

  • Pruritus
  • Dermatitis
  • Sakit kepala
  • Gangguan penglihatan.

Kontraindikasi:

  • Pasien yang memiliki riwayat neuritis optikus dan hipersensitif terhadap komponen.

Interaksi Obat:

  • Obat-obat antasida terutama yang mengandung Aluminium hidroksida mengurangi absorpsi ethambutol. -
  • Ethambutol mengurangi efikasi obat-obat uricosuric, terutama jika dikombinasikan dengan INH.
  • Bioavailabilitas isoniazid berkurang jika diberikan bersamaan dengan makanan terutama yang mengandung tyramine (seperti keju dan anggur merah), dan makanan yang mengandung histamin seperti ikan cakalang, tuna, dan ikan tropis lain.
  • Isoniazid bisa mempotensiasi efek hepatotoksisitas paracetamol.
  • Isoniazid memperlambat metabolisme carbamazepine sehingga meningkatkan kadar serumnya.
  • Isoniazid juga meningkatkan kadar serum fenitoin dan teofilin.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan erabutol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.