Pengertian

Erbitux termasuk golongan obat keras yang mengandung zat aktif Cetuximab. Erbitux adalah obat yang berfungsi untuk mengobati penyakit kanker kolon (usus besar) atau rektum tertentu yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Erbitux juga digunakan untuk kanker kepala dan leher, dan kanker ginjal. Erbitux tergolong dalam obat-obatan kelas terapi target kanker yang akan menghambat atau mematikan pertumbuhan sel kanker. Erbitux adalah protein buatan manusia (antibodi monoklonal).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Cetuximab 5 mg/mL
  • Bentuk : Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 20 mL
  • Farmasi: PT. Merck Indonesia

Kegunaan

Erbitux digunakan untuk terapi pengobatan kanker kolorektal matastatik sesudah kegagalan terapi sitotoksik dengan irinotecan. pengobatan kombinasi dengan radioterapi untuk kanker sel skuamosa pada kepala dan leher.

Dosis & Cara Penggunaan

Erbitux merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan erbitux juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa : 400 mg/m2 diberikan sebagai infus dalam waktu 120 menit dilanjutkan dengan 250 mg/m2 tiap minggu hingga terjadi progresivitas penyakit atau toksisitas yang tidak dapat diterima.

Efek Samping

  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Iritasi kulit ringan atau gatal-gatal
  • Perubahan warna pada kuku tangan dan kaki
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Mual, muntah, perut melilit
  • Sakit tenggorokan
  • Berat badan berkurang
  • Merasa lemah

Kontraindikasi:

  • Ritme jantung bermasalah
  • Penyakit paru atau gangguan pernapasan
  • Gagal jantung kongestif
  • Penyakit jantung koroner (arteri tersumbat)
  • Ketidakseimbangan elektrolit (kadar potasium atau magnesium rendah dalam darah)

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan erbitux ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.