Pengertian

Erlamycetin Plus merupakan sediaan tetes mata yang mengandung Chloramphenicol. Erlamycetin Plus termasuk dalam golongan obat Antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri yang menyerang mata. Erlamycetin Plus bertindak langsung pada bakteri yang menyebabkan infeksi pada mata. Hindari penggunaan Erlamycetin Plus pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan 

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Mata.
  • Kandungan: Chloramphenicol 0.5 %.
  • Bentuk: Tetes mata.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 5 mL.
  • Farmasi: Erela PT.

Kegunaan

Erlamycetin Plus digunakan untuk mengobati mata yang terkena infeksi bakteri.

Dosis & Cara Penggunaan

Erlamycetin Plus merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan erlamycetin plus juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Infeksi mata
Dewasa: 1 tetes larutan 0.5% setiap 2 jam. Tambah interval dosis setelah perbaikan. Untuk melanjutkan perawatan selama setidaknya 48 jam setelah penyembuhan lengkap. Kurangi dosis setelah gejala terkontrol 3-4 kali sehari.

Efek Samping

  • Kebingungan
  • Depresi mental
  • Sakit kepala
  • Hemolisis pada pasien dengan defisiensi G6PD
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Gangguan penglihatan
  • Kebutaan

Kontraindikasi:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas atau reaksi toksik terhadap obat
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Depresi sumsum tulang yang sudah ada sebelumnya atau diskrasia darah.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Erlamycetin Plus:

  • Menurunkan efek zat besi dan vitamin B12 pada pasien anemia.
  • Phenobarbitone dan rifampin mengurangi kemanjuran kloramfenikol.
  • Mengganggu efektivitas kontrasepsi oral.
  • Berpotensi Fatal: Meningkatkan efek antikoagulan oral, agen hipoglikemik oral, fenitoin. Hindari pemberian bersamaan dengan obat-obatan yang menekan fungsi sumsum tulang.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Erlamycetin Plus ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.