Obat Ermethasone - Dosis, Pemakaian, Efek Samping - Klikdokter.com
search
Ermethasone

Ermethasone

Obat

Pengertian

Ermethasone adalah obat yang mengandung Dexametason dan termasuk ke dalam golongan hormon kortikosteroid (glukokortikoid). Obat ini membantu mengurangi respon defensif (pertahanan) alami tubuh dan mengurangi gejala, seperti reaksi pembengkakan dan alergi. Ermethasone bekerja dengan cara mencegah pelepasan zat-zat di dalam tubuh yang menyebabkan peradangan. Konsumsilah Ermethasone sesuai dengan anjuran dari Dokter, konsultasikan terlebih dahulu sebelum penggunaan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Dexamethasone 0.75 mg;¬†Dexamethasone 0.5 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Erlimplex.

Kegunaan

Ermethasone tablet diindikasikan untuk membantu mengobati artritis (radang sendi), gangguan sistem darah/ hormon/ kekebalan tubuh, reaksi alergi, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing)

Dosis & Cara Penggunaan

Ermethasone termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dosis awal: 0.75- 9 mg perhari.
  • Penyakit ringan: diberikan dosis < 0.75 mg, diminum 2-4 kali sehari.
  • Penyakit berat: diberikan dosis > 9 mg, diminum 2-4 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Ermethasone yang mungkin terjadi adalah:

  • Penahanan air dan garam
  • Pembengkakan tungkai kaki
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak terjadinya menstruasi pada siklus bulanannya
  • Hiperhidrosis (Berkeringat yang berlebihan)
  • Pankreatitis akut (peradangan yang terjadi di dalam pankreas dalam waktu yang cukup singkat)
  • Osteonekrosis (proses kematian pada tulang yang juga menyebabkan gangguan dari suplai pembuluh darah tulang)
  • Lemah otot
  • Sindrom Cushing (Suatu kondisi yang terjadi akibat paparan tingkat kortisol yang tinggi dalam waktu yang lama)
  • Peningkatan tekanan intraokular
  • Gangguan penglihatan
  • Atrofi lokal (pembuangan sebagian atau seluruh bagian tubuh)
  • Nafsu makan meningkat
  • Pertumbuhan terlambat

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Tukak lambung (luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit maag)
  • Osteoporosis (Kondisi ketika tulang menjadi lemah dan rapuh)
  • Psikosis atau psikoneurosis berat (merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress, tetapi tidak seperti psikosis atau kelainan kepribadian, neurosis tidak memengaruhi pemikiran rasional)
  • Tuberkulosis aktif atau statis
  • Infeksi akut
  • Vaksin hidup

Interaksi Obat
Efektivitas Ermethasone berkurang bila diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Fenitoin
  • Fenobarbital
  • Rifampisin
  • Vitamin A
  • Tetrasiklin dan antibiotik lain
  • Diuretik tiazid
  • Antikoagulan oral
  • Obat antidiabetik oral dan salisilat

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ermethasone ke dalam Kategori D:
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Overdosis

  • Gejala: Reaksi anafilaksis (reaksi alergi yang berat) dan hipersensitivitas.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Dapat diberikan pengobatan dengan adrenalin, aminofilin; berikan ventilasi tekanan positif.¬†Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter

livechat