Pengertian

Erythrin merupakan obat yang di produksi oleh Interbat. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet dan sirup kering. Eryhtrin mengandung Erythromycin yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi sistemik. Erythrin menghambat sintesis protein dengan mengikat secara ireversibel ke subunit ribosom 50S sehingga menghambat reaksi transpeptidasi atau translokasi organisme yang rentan yang mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat.

Keterangan

  • Erythrin Sirup Kering
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Erythromycin ethyl succinate 200 mg/5 ml
    • Bentuk: Sirup Kering
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 60 ml
    • Farmasi: Interbat.
  • Erythrin Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik
    • Kandungan: Erythromycin 500 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Botol
    • Kemasan: Botol @ 50 Kaplet
    • Farmasi: Interbat.

Kegunaan

Erythrin diindikasikan untuk terapi infeksi yang rentan, jerawat, pengobatan infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, pengobatan amebiasis.

Dosis & Cara Penggunaan

Erythrin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan erythrin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Erythrin Kaplet
    Dewasa: 2 x sehari 1 kaplet
    Anak : 50-75 mg/kgBB per hari dalam 3-4 dosis terbagi
  • Erythrin Sirup
    Dewasa: 4 x sehari 400 mg atau 600-800 mg 2 x sehari
    Anak: 30-50 mg/kgBB per hari diberikan dalam 4 dosis terbagi

Efek Samping

Erythrin dapat menimbulkan efek samping seperti: nyeri dan kram perut, mual, muntah, diare, stomatitis, nyeri ulu hati, gangguan makan, melaena (perdarahan pada saluran cerna bagian atas), disfungsi hati, perpanjangan interval QT, aritmia ventrikel, urtikaria, erupsi kulit, ruam, vertigo, iritasi vena.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang menerima terapi astemizole, terfenadine, cisapride, pimozide, ergotamine atau dihydroergotamine. Tidak boleh diberikan pada pasiesn yang hipersensitif terhadap erythromycin.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko toksisitas colchicine.
  • Meningkatkan paparan sistemik sildenafil.
  • Efek samping yang meningkat atau berkepanjangan jika diberikan bersamaan dengan siklosporin, carbamazepine, tacrolimus, alfentanil, disopyramide, rifabutin, quinidine, methylprednisolone, cilostazol, vinblastine dan bromocriptine.
  • Meningkatkan risiko toksisitas digoxin.
  • Meningkatkan perdarahan jika diberikan bersamaan dengan antikoagulan oral.
  • Meningkatkan sedasi jika diberikan bersamaan dengan triazolobenzodiazepin dan benzodiazepin terkait (misalnya: Alprazolam, midazolam).
  • Teofilin dapat menurun dan simetidin dapat meningkatkan konsentrasi eritromisin.
  • Hipotensi, bradaritmia, dan asidosis laktat jika diberikan bersamaan dengan penghambat saluran Ca (misalnya: Verapamil, amlodipine, diltiazem).
  • Rhabdomyolysis dengan gangguan ginjal jika diberikan bersamaan dengan inhibitor reduktase HMG-CoA (misalnya: Simvastatin).

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Erythrin ke dalam Kategori B
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).