Pengertian

Esinol mengandung senyawa aktif Fluocinolone acetonide yang termasuk dalam golongan kortikosteroid. Flucinolone termasuk obat keras yang penggunaannya harus di konsultasikan dengan dokter. Fluocinolone dalam Esinol di gunakan untuk meredakan peradangan, dan meredakan gatal yang di sebabkan oleh jamur yang responsif terhadap kortikosteroid. Flucinolone merupakan senyawa kortikosteroid dari golongan hidrokortisan. Kemampuan anti-inflamasi obat kortikosteroid diperkirakan akibat terpengaruhnya lipokortin yang kemudian menghambat sintesis asam arakidonat yang merupakan pengontrol biosintesis prostaglandin dan leukotrien.Akibatnya reaksi inflamasi di kulit berkurang. Sebelum menggunakan Esinol gel sebaiknya cuci tangan dan keringkan terlebih dahulu.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori: Kortikosteroid topikal
  • Kandungan: Fluocinolone acetonide 0,025%
  • Bentuk: Gel
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 10 g
  • Farmasi:Genero Pharmaceutical

Kegunaan

Esinol di gunakan meredakan peradangan pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Dosis & Cara Penggunaan

Esinol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter.

Oleskan Esinol tipis-tipis 3-4 kali sehari pada daerah kulit yang mengalami peradangan.

Efek Samping

  • Striae (guratan yang muncul di permukaan kulit akibat peregangan yang berlebihan pada jaringan kulit) terutama pada wajah
  • Kulit kering
  • Ruam
  • Kemerahan

Kontraindikasi

  • Tidak boleh di gunakan pada pasien yang sudah diketahui memiliki reaksi sensitif dan alergi terhadap obat ini.
  • Tidak boleh di berikan pada penderita infeksi virus, jamur, dan bakteri.
  • Tidak boleh di berikan pada penderita akne vulgaris (jerawat)
  • Tidak boleh di berikan pada neonatus

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Esinol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.