Pengertian

Etalium merupakan sediaan sirup yang mengandung domperidone, obat ini diproduksi oleh Errita Pharma. Obat ini diunakan untuk mengurangi mual dan muntah. Domperidone adalah penghambat reseptor dopamin perifer. Obat ini meningkatkan peristaltik esofagus, meningkatkan koordinasi gastroduodenal dan menurunkan tekanan sfingter esofagus, motilitas lambung, dan peristaltik, sehingga memfasilitasi pengosongan lambung dan mengurangi waktu transit usus halus.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Emetik
  • Kandungan: Domperidone 10mg/5mL
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol 60 mL.
  • Farmasi: Errita Pharma.

Kegunaan

Etalium digunakan untuk mengobati mual-muntah akut, mual muntah akibat kemoterapi kanker dan radioterapi pada anak.

Dosis & Cara Penggunaan

  1. Mual dan muntah
    • Dewasa: 10 mg tiga kali sehari. Maksimal: 30 mg setiap hari.
    • Anak: ≤ 12 tahun < 35 kg: 250 mcg / kg tiga kali sehari. Maksimal: 750 mcg / kg setiap hari.
    • Anak > 12 Tahun ≥35 kg: Sama seperti dosis dewasa.
  2. Gangguan motilitas gastrointestinal
    • Dewasa: 10 mg tiga kali sehari. Maksimal: 30 mg setiap hari.

Efek Samping

  1. Mengantuk reaksi ekstrapiramidal kedutan pada mata
  2. Parkinson (tremor atau bergetar).
  3. Tardive dyskinesia atau gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir, dan wajah.
  4. Ginekomastia(pembesaran jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria).
  5. Mulut kering.
  6. Sakit kepala.
  7. Diare.
  8. Ruam kulit.


Kontraindikasi:

Hindari penggunaan Etalium Sirup pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Hipersensitif atau alergi berlebih terhadap domperidone.
  2. Penyakit pendarahan saluran cerna.


Interaksi Obat:

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Etalium:

  1. Dapat mengurangi efek hipoprolaktinemia ( kadar hormon prolaktin dalam darah menjadi lebih tinggi dari kadar yang normal
  2. Prolaktin diproduksi oleh kelenjar pituitari atau hipofisis yang berada di pangkal otak)
  3. Bromokriptin dapat menyebabkan Efek antagonis dengan antimuskarinik dan opioid. Ketersediaan hayati dapat dikurangi dengan antasida.