Etorvel

Etorvel

Obat

Pengertian

Etovel merupakan sediaan obat berbentuk tablet yang memiliki komposisi Etoricoxib yang berfungsi untuk menghilangkan rasa nyeri dan bengkak pada sendi, pada gusi gigi, dapat digunakan pada pasien yang mempunyai riwayat penyakit rematik, dan asam urat serta etrovel ini dapat digunakan mengurangi rasa nyeri pada pasca operasi gigi . Etoricoxib ini termasuk dalam golongan obat anti inflamasi non streroid yang berkerja degan memblok efek enzim COX-2 yang menghasilkan prostaglandin di pusat peradangan yang menimbulkan rasa nyeri, sehingga dengan mengonsumsi obat ini dapat meredakan peradangan.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Anti inflamasi (pembengkakan)
  • Kandungan: Etoricoxib 90 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @10 Tablet.
  • Farmasi: Novell Pharma.

Kegunaan

Etorvel digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri yang diakibatkan oleh rematik, dan asam urat.

Dosis & Cara Penggunaan

Etorvel merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan etorvel juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Penggunaan dosis untuk rematik (pembengkakan otot dan sendi) : 1 x sehari 1 tablet sesudah makan
  • Dosis penggunaan untuk pembengkakan gusi : 1x sehari 1/2 - 1 tablet sesudah makan
  • Jangka waktu untuk pemakaian obat ini maksimal 8 hari.

Efek Samping

  • Gangguan pada hati
  • Konstipasi / sembelit
  • Mual dan muntah
  • Perubahan pada mata dan kulit
  • Denyut jantung tidak stabil.
  • Menimbulkan reaksi alergi bagi pasien yang sesitif terhadap obat tersebut.
  • Gangguan pada pernafasan
  • Nyeri pada perut
  • Sakit kepala
  • Gangguan pada pencernaan
  • Dapat terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki

Kontraindikasi

  • Tidak diberikan pada pasien yang memiliki riwayat jantung/ stroke.
  • Sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit hipertensi( tekanan darah tinggi), diabetes (gula darah) serta kolesterol.
  • Tidak di anjurkan untuk pasien yang sedang dalam masa kehamilan.
  • Pasien yang memiliki riwayat penyakit gagal ginjal akut.
  • Pasein yang alergi/ hipersensitif pada kandungan obat tersebut.

Interaksi Obat

  • Penggunaan obat diuretik (pelancar pengeluaran urin)
  • Obat untuk asma / sesak nafas.
  • Obat untuk pengencer darah (warfarin).
  • Golongan obat antibiotik (rifampicin)
Reporter dan Editor
Reporter

Klikdokter