Pengertian

Exelon merupakan obat yang diproduksi oleh Novartis Indonesia. Exelon mengandung rivastigmine yang digunakan untuk mengobati demensia yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer, dan Parkinson. Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan yang ditandai dengan penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berpikir dan berbicara. Sedangkan, Penyakit parkinson adalah hilangnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin. Exelon bekerja dengan menghambat zat tertentu di dalam otak (enzim kolinesterase).

Keterangan

  1. Exelon Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Neurodegeneratif.
    • Kandungan: Rivastigmine hydrogen tartrate 3 mg; Rivastigmine hydrogen tartrate 6 mg; Rivastigmine hydrogen tartrate 1.5 mg.
    • Bentuk: Kapsul.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @30 Kapsul.
    • Farmasi: PT Novartis Indonesia.
  2. Exelon Patch
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Penyakit Neurodegeneratif.
    • Kandungan: Rivastigmine hydrogen tartrate 18 mg; Rivastigmine hydrogen tartrate 5 mg.
    • Bentuk: Transdermal.
    • Satuan Penjualan: Sachet.
    • Kemasan: Sachet 1 Patch.
    • Farmasi: Novartis Pharmaceuticals.

Kegunaan

Exelon digunakan untuk mengobati demensia pada penderita penyakit Alzheimer, dan Parkinson.

Dosis & Cara Penggunaan

Exelon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan exelon juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita

  1. Exelon Kapsul
    • Dosis Awal: 2 x Sehari 1 Kapsul, dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 Kapsul minimal 2 minggu setelah terapi, lalu menjadi 3 Kapsul, kemudian 2 x sehari 4 Kapsul.
    • Untuk Dosis Pemeliharaan: 2 x sehari 1-4 Kapsul. Maksimal 2 x sehari 4 kapsul.
  2. Exelon Transdermal
    Tempelkan pada kulit yang bersih, dapat digunakan pada bagian atas punggung agar tidak mudah dilepas. Exelon Patch harus diganti setiap 24 jam sekali pada jam yang sama.

Efek Samping

  1. Lelah
  2. Astenia (Kelelahan)
  3. Pusing
  4. Sakit kepala
  5. Somnolen (Kesadaran menurun)
  6. Gangguan pencernaan
  7. Gangguan psikiatrik (Gangguan fungsi psikiater)
  8. Keringat berlebih
  9. Penurunan Berat Badan
  10. Tremor (Gemetaran)
  11. Agitasi (Perangsangan emosi)
  12. Bingung


Kontraindikasi

Hindari penggunaan Exelon pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Kerusakan hati berat
2. Laktasi

Interaksi Obat
1. Tidak digunakan dengan obat kolinomimetik (Obat sistem saraf parasimpatik) lain yang mungkin mengganggu aktivitas obat antikolinergik (Obat yang mempengaruhi sistem persarafan).
2. Dapat membesar-besarkan efek relaksasi otot tipe sistinilkolin (Obat pelemah otot) selama anestesi (Pembiusan)
3. Perokok tembakau dapat meningkatkan pembersihannya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Exelon ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).