Pengertian

Exjade termasuk golongan obat keras yang mengandung zat aktif deferasirox. Exjade digunakan untuk mengatasi tingginya kadar zat besi pada tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah berulang. Exjade dapat juga mengatasi tingginya kadar zat besi pada pasien dengan kelainan darah yang tidak memerlukan transfusi darah (non-transfusion dependent thalassemia). Exjade dapat dikonsumsi dengan diminum dan termasuk golongan obat-obatan iron chelating agents.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antidot & Agen Detoksifikasi.
  • Kandungan: Deferasirox 250 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @7 Tablet.
  • Farmasi: Novartis Indonesia.

Kegunaan

Exjade digunakan untuk mengurangi toksisitas kumulatif ginjal karena pemberian berulang sisplatin pada penderita kanker ovarum stadium lanjut atau karsinoma paru selain karisoma sel kecil.

Dosis & Cara Penggunaan

Exjade merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan exjade juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Dosis awal : 20 mg/kg BB. Pasien yang mendapat transfusi darah lebih sering : 30 mg/kg BB. Pasien yang lebih jarang mendapat transfusi dosis awal : 10 mg/kg BB.
  2. Dosis pemeliharaan : 5 - 10 mg/kg BB, disesuaikan tiap 3 - 6 bulan berdasarkan kadar ferritin serum.

Efek Samping

  1. Mual ringan, sakit perut, diare, muntah
  2. Pusing, gelisah, lelah
  3. Kesulitan tidur (insomnia)
  4. Ruam ringan, perubahan warna kulit
  5. Sakit kepala, batuk, sinus, hidung tersumbat.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Exjade Tablet pada pasien yang memiliki indikasi:

  1. Hipersensitive (alergi) terhadap komponen.
  2. Gangguan Ginjal.
  3. Gangguan Hati.

Interaksi Obat:
Exjade dapat berinteraksi dengan obat antasid yang mengandung aluminium

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan exjade ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.