Pengertian

Exocid Injeksi merupakan nama dagang dari Esomeprazole. Esomeprazol dapat digunakan untuk mengobati masalah perut dan kerongkongan tertentu (seperti refluks asam, bisul). Obat ini fungsinya sebagai mengurangi produksi jumlah asam lambung. Obat Ini juga dapat meringankan gejala seperti mulas, kesulitan menelan, dan batuk terus-menerus. Esomeprazole termasuk dalam kelas obat Inhibitor Pompa Proton (PPI).

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasid, Antireflux, dan Antiulcer.
  • Kandungan: Esomeprazole Na 40 mg.
  • Bentuk: Cairan.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial 5 mL.
  • Farmasi: Meprofarm.

Kegunaan

Exocid digunakan untuk mengobati masalah perut, refluks asam dan bisul.

Dosis & Cara Penggunaan

Exocid merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Exocid juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Exocid injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

  • Dosis Antisekresi lambung 20-40 mg IV sekali sehari.
  • Refluks esofagitis 40 mg sekali sehari.
  • Pengobatan simtomatik untuk penyakit refluks 20 mg sekali sehari.
  • Penyembuhan tukak lambung berhubungan dengan terapi NSAID 20 mg 1 x perhari.
  • Pemeliharaan jangka pendek dari hemostasis dan pencegahan perdarahan ulkus lambung dan duodenum 80 mg infus bolus selama 30 menit, diikuti oleh infus IV kontinu 8 mg / jam diberikan selama 3 hari (72 jam).

Efek Samping

  1. Leukopenia (rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh).
  2. Trombositopenia ( kondisi yang terjadi akibat kurangnya kadar platelet atau trombosit).
  3. Agranulositosis (Sel darah putih berkurang akibat infeksi dari mikroorganisme patogen).
  4. Pansitopenia (penurunan jumlah eritrosit, leukosit, dan trombosit)
  5. Edema perifer (pembengkakan)
  6. Insomnia (sulit tidur)
  7. Kebingungan
  8. Depresi, halusinasi
  9. Sakit kepala, pusing
  10. Gangguan rasa, penglihatan rasa sakit, penglihatan
  11. Vertigo (nyeri kepala sebelah), nyeri sendi
  12. Perut kembung, mual atau muntah, mulut kering


Kontaraindikasi:

  1. Hipersensitif (alergi).
  2. Penggunaan bersamaan dengan atazanavir dan nelfinavir.


Interaksi Obat:

  1. Ketoconazole.
  2. Diazepam.
  3. Citalopram.
  4. Fenitoin.
  5. Warfarin.
  6. Turunan kumarin lainnya: cisapride, atazanavir, nelfinavir, nelfinavir, saquinavir, voriconazole.


Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan exocid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.