Pengertian

Falpro merupakan obat yang mengandung Asam Valproat. Asam valproat adalah obat yang digunakan untuk menangani kejang, umumnya akibat epilepsi. Obat ini bekerja dengan mengembalikan keseimbangan neurotransmiter dalam otak sehingga kejang-kejang berhenti. Selain kejang, asam valproat juga dapat menangani gejala mania pada pengidap gangguan bipolar serta mencegah migrain. Tetapi harap diingat bahwa antikonvulsan ini tidak digunakan untuk mengobati sakit kepala.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Epilepsi
  • Kandungan: Asam Valproat 250 mg/ 5 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 120 mL
  • Farmasi: Yarindo Farmatama

Kegunaan

Falpro digunakan untuk membantu menangani kejang akibat epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan

Falpro merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan Falpro juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Untuk menangani kejang akibat epilepsi, dosis umum asam valproat untuk pasien dewasa diawali dengan 600 mg per hari. Dosis tersebut dapat ditingkatkan sebanyak 200 gr tiap tiga hari hingga kejang-kejang mereda. Dokter dapat meningkatkan dosis hingga 1.000-2.000 mg per hari.
  • Dosis untuk menangani gejala mania dari gangguan bipolar dimulai dengan 750 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan hingga dosis rekomendasi 1.000-2.000 mg per hari.
    Dosis untuk anak disesuaikan dengan berat badan, tanyakan pada Dokter mengenai hal ini.

Efek Samping

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Anoreksia (Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan)
  • Peningkatan nafsu makan
  • Kenaikan berat badan
  • Nistagmus (gerakan bola mata yang cepat tanpa disengaja)
  • Mengantuk
  • Pusing
  • Kelelahan
  • Ensefalopati
  • Hiperammonaemia (gangguan metabolisme yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan kadar amonia dalam darah),
  • Hipotermia (suhu tubuh di bawah normal)
  • Halusinasi.

Kontraindikasi:
Ada riwayat disfungsi hati, riwayat penyakit hati, porfiria (perubahan warna urin), gangguan siklus mitokondria dan urea, pasien dengan kelainan mitokondria yang diketahui disebabkan oleh mutasi pada gamma mitokondria DNA polimerase (mis. Sindrom Alpers-Huttenlocher), gangguan hati, anak-anak

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko toksisitas dengan bupropion.
  • Meningkatnya risiko kejang dengan mefloquine.
  • Peningkatan risiko defisiensi karnitin dengan pivmecillinam dan pivampicillin.
  • Peningkatan risiko hepatotoksisitas dan toksisitas carbamazepine dengan penurunan kadar asam valproat bersamaan dengan carbamazepine.

Kategori Kehamilan:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Falpro ke dalam Kategori D: Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).