Pengertian

Fapresor merupakan obat yang mengandung metoprolol tartrate. Fapreso berfungsi sebagai beta blocker yang digunakan untuk menangani tekanan darah tinggi (hipertensi) dan gagal jantung. Fapreso bekerja dengan cara menghambat epinephrine yang dihasilkan oleh tubuh, epinephrine merupakan senyawa yang dapat membuat jantung berdenyut lebih cepat,mempersempit pembuluh darah, dan memperkuat kontraksi pada jantung, Jika apineprine dihambat maka denyut jantung akan melambat, tekanan darah menurun, serta beban kerja jantung berkurang.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Beta-Bloker
  • Kandungan: Metoprolol Tartrate 1 mg/mL
  • Bentuk:Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Ampul @ 5 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala

Kegunaan

Fapresor berfungsi menurunkan frekuensi denyut jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi beban kerja jantung.

Dosis & Cara Penggunaan

Fapresor merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan fapresor juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Infark miokard
    • Dosis awal 5 mg melalui injeksi IV bolus 3 x dengan selang waktu pemberian 2 menit.
    • Pasien yang diganti dengan terapi oral 25 atau 50 mg tiap 6 jam 15 mnt sesudah pemberian dosis injeksi IV terakhir.
    • Dosis Pemeliharaan: 100 mg 2 x/hari selama sekurang-kurangnya 3 bln.

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Fapresor adalah:

  • Dispnea (sesak nafas)
  • Mual & nyeri perut
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap metoprolol tartrate

Interaksi Obat

  • Meningkatkan konduksi dari atrioventricular dan menurunkan detak jantung dengan glikosida digitalis, clonidine, diltiazem, verapamil
  • Meningkatkan teknanan darah dengan obat-obat
  • Meningkatkan CA, barbiturates, phenothiazines, dan obat-obatan antihipertensi.
  • Menurunkan efek antihipertesi dengan penggunaan indometacin

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Fapresor ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.