Pengertian

Farmadol merupakan salah satu obat dagang yang mengandung Paracetamol dan diproduksi oleh Pratapa Nirmala. Farmadol tersedia dalam bentuk kaplet dan infus. Farmadol di gunakan untuk mengatasi sakit kepala, menurunkan demam, meredakan nyeri otot, dan sakit gigi. Farmadol di gunakan juga untuk pengobatan jangka pendek untuk nyeri sedang (terutama setelah operasi). Pemberian Farmadol dengan rute intravena (melalui pembuluh darah) di gunakan untuk mengobati nyeri dan hipertermia (peningkatan suhu inti tubuh manusia yang biasanya terjadi karena infeksi), atau ketika rute pemberian lainnya tidak memungkinkan.

Keterangan

  1. Farmadol Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 10 mg/ mL
    • Bentuk: Ampul
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Dus, 1 Vial @ 50 mL ; Dus, 1 Vial @ 100 mL
    • Farmasi: Pratapa Nirmala
  2. Farmadol Tablet
    • Golongan: Obat Bebas
    • Kelas Terapi: Analgesik dan Antipiretik
    • Kandungan: Paracetamol 500 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Tablet
    • Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Pratapa Nirmala

Kegunaan

Farmadol merupakan obat yang digunakan untuk membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri.

Dosis & Cara Penggunaan

  1. Farmadol Tablet
    • Dewasa dan anak lebih dari 12 tahun: Diminum 3-4 kali sehari 1 tablet
    • Anak usia 3-5 tahun: Diminum 3-4 kali sehari ¼ tablet
    • Anak usia 6-12 tahun: Diminum 3-4 kali sehari ½ tablet.
    • Berikan sesudah makan.
  2. Farmadol Injeksi
    • Obat Keras. Harus Dengan Resep Dokter
    • Demam, Nyeri ringan hingga sedang
      • Dewasa dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg / kg berat badan, di berikan setiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal: 3 g setiap hari.
      • Dewasa dengan berat badan > 50 kg: 1 g, di berikan setiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal: 4 g setiap hari. Diberikan secara infus selama 15 menit.
      • Anak: Bayi baru lahir  dan anak-anak dengan berat badan
      • Anak dengan berat badan 10-33 kg: 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maksimal: 2 g setiap hari
      • Anak dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maksimal: 3 g setiap hari
      • Anak dengan berat badan > 50 kg: Sama seperti dosis dewasa.

Efek Samping

  • Demam
  • Muncul ruam kulit yang terasa gatal
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Nyeri punggung
  • Tubuh terasa lemah
  • Urine berwarna keruh atau berdarah
  • Tinja berwarna hitam atau BAB berdarah

Kontraindikasi:
Hindari mengkonsumsi alkohol bersamaan dengan paracetamol, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Interaksi Obat:

  • Jika digunakan bersama dengan warfarin dapat meningkatkan risiko pendarahan
  • Jika digunakan bersama carbamazepine, phenytoin, phenobarbital, cholestyramine, dan imatinib dapat menurunkan efek paracetamol
  • Jika digunakan bersama dengan metoclopramide, domperidone, atau probenecid dapat meningkatkan efek samping paracetamol.

Kategori Kehamilan:

  • Sediaan Oral (Melalui mulut), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Farmadol ke dalam Kategori B:
    Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).
  • Sediaan injeksi (Melalui suntikan), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Farmadol ke dalam Kategori C:
    Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.