Pengertian

Farnat adalah obat berbentuk sediaan infus yang mengandung metronidazole sebagai senyawa aktifnya yang diproduksi Pratapa Nirmala. Metronidazole digunakan untuk pencegahan dan pengobatan infeksi disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa seperti uretritis (peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada saluran urin) dan vaginitis (peradangan pada vagina yang dapat mengakibatkan gatal, nyeri dan keluarnya cairan dari vagina) karena Trichomonas vaginalis, amoebiasis (infeksi parasit pada usus yang disebabkan oleh parasit Entamoebae histolytica) di usus dan hati. Mekanisme kerja obat ini dengan cara membunuh bakteri dengan menghambat sintesis/pembuatan DNA pada sel mikroba. DNA merupakan materi genetik yang ada di dalam setiap sel makhluk hidup dan sangat diperlukan dalam proses pembelahan sel.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kategori :Antibiotik
  • Kandungan: Metronidazol 500mg/100ml
  • Bentuk: Infus
  • Kemasan : Dus, 1 Vial @ 100 ml
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Farnat di gunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi disebabkan oleh bakteri anaerob dan protozoa.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras Harus Dengan Resep Dokter

  • Pengobatan Dewasa dan Anak Usia >12 tahun
    100 mL melalui injeksi intravena setia 8 jam sekali.
  • Anak Usia < 12 tahun :7,5 mg / kgBB.

Efek Samping

Gangguan Pencernaan , sakit kepala, ataksia (Gangguan saraf), neutropenia reversibel (neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun). Ruam eritematosa (Kemerahan pada kulit, baik di area tertentu atau seluruh tubuh ), dan pruritus (Gatal), reaksi lokal.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap metronidazol dan nitroimidazol. lainTrimester pertama kehamilan.

Interaksi Obat
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan alkohol, antikoagulan, kumarin, dan inandione derivatif, simetidin,disulfiram, fenobarb, fenitoin.

Kategori Kehamilan

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Farnat ke dalam Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).