Pengertian

Farsix merupakan obat yang di produksi Pratapa Nirmala,kandungan obat ini adalah Furosemid dimana furosemid adalah golongan obat keras yang penggunaannya harus di konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter. Kegunaan Furosemid adalah sebagai anti diuretik dan hipertensi. Dengan mekanisme kerja meningkatkan pengeluaran air, natrium, klorida, dan kalium tanpa mempengaruhi tekanan darah normal karena Furosemid bekerja pada glomerulus ginjal untuk menghambat penyerapan kembali zat natrium oleh sel tubulus ginjal.Industri Pratapa Nirmala mengeluarkan produk ini dengan bentuk sediaan yaitu sediaan Tablet dan injeksi.Obat ini adalah obat keras yang pengunaannya harus sesuai dengan resep Dokter dan perlu di konsultasikan dengan Dokter.

Keterangan

  • Farsix Tablet
    • Golongan: Keras
    • Kategori:Anti Diuretik
    • Kandungan: Furosemid 40mg
    • Bentuk: Tablet
    • Penjualan: Strip
    • Kemasan : Strip @ 10 tablet
    • Farmasi: Pratapa Nirmala.
  • Farsix Ampul
    • Golongan: Keras
    • Kategori:Anti Diuretik
    • Kandungan: Furosemid 10mg/ml
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Penjualan: Ampul
    • Kemasan : Ampul @ 2ml
    • Farmasi: Pratapa Nirmala.

Kegunaan

Farsix digunakan untuk mengatasi bengkak yang disebabkan oleh hipertensi dan mengatasi pembengkakan cairan pada bagian tubuh lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan

Obat Keras Harus Dengan Resep Dokter

  • Tablet
    • Edema terkait dengan penyakit ginjal
      • Dewasa 20-80 mg sebagai dosis tunggal, meningkat 20-40 mg, 6-8 jam sampai respons yang diinginkan diperoleh.
      • Anak 2 mg/kg sebagai dosis tunggal, meningkat 1-2 mg/kg 6-8 jam, sampai diperoleh respons yang diinginkan.
  • Injeksi
    Awalnya 20-40 mg IV/IM. Tingkatkan pada interval 2 jam sebesar 20 mg. Jika perlu, suntikkan 20-40 mg lagi setelah 20 menit.
    Edema paru akut Awalnya 40 mg IV. 20-40 mg tambahan dapat diberikan setelah 20 menit.

Efek Samping

  • Hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah),
  • Hipokalemia (kondisi ketika kadar kalium dalam aliran darah berada di bawah batas normal)
  • Hiponatremia(kondisi gangguan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal)
  • Anoreksia (kurus)
  • Azotemia (peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular)
  • Reaksi hipersensitivitas (alergi)
  • Reaksi dermatologis(kulit)
  • Gangguan detak jantung tak teratur
  • Haus.

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat gangguan fungsi ginjal,
  • Hipokalemia (kondisi ketika kadar kalium dalam aliran darah berada di bawah batas normal
  • Hiponatremia(Kondisi yang terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah,hipotensi(darah rendah).
  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap furosemide

Interaksi Obat

  • Dapat meningkatkan efek obat antihipertensi d-tubocurarine, Hipoglikemik, dan obat antigout.
  • Dapat meningkatkan toksisitasaminoglikosida, sefalosporin, salisilat, litium & glikosida jantung.
  • Efektivitas diuretik dapat dikurangi dengan probenesid.
  • Hipotensi ortostatik yang meningkat dapat terjadi dengan alkohol, narkotika, barbiturat. Adrenokortikoid, amfoterisin B atau ACTH dapat meningkatkan ketidakseimbangan elektrolit.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Farsix ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Salah satu studi pada hewan telah mengungkapkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat harus diberikan hanya jika manfaat potensial membenarkan potensi risiko pada janin.